Selamatkan Keluargamu dari Api Neraka dengan Tanggung Jawab Mulia

Selamatkan Keluargamu dari Api Neraka dengan Tanggung Jawab Mulia
*) Oleh : Ubaidillah Ichsan, S.Pd
Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Jombang
www.majelistabligh.id -

“The toughest task of a husband is to save his wife and children from hellfire.”
“(Tugas terberat dari seorang suami adalah menyelamatkan istri dan anak-anaknya dari api neraka)”

Setiap muslim memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga diri dan keluarganya dari bahaya, baik di dunia maupun di akhirat. Salah satu bahaya terbesar yang wajib kita waspadai adalah api neraka.

Menyelamatkan keluarga dari panasnya api neraka merupakan amanah dan perintah Allah SWT yang harus kita tunaikan dengan sebaik-baiknya. Secara eksplisit disebutkan dalam firman-Nya:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6)

Ayat ini merupakan fondasi utama bagi setiap muslim untuk mengambil langkah-langkah konkret dalam menjaga keluarganya.

Selain itu, banyak hadis Nabi Muhammad saw yang juga menekankan pentingnya pendidikan agama dan bimbingan bagi keluarga: Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ فَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ، فَالأَمِيرُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالرَّجُلُ رَاعٍ عَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُمْ، وَالمَرْأَةُ رَاعِيَةٌ عَلَى بَيْتِ بَعْلِهَا وَوَلَدِهِ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْهُمْ، وَالعَبْدُ رَاعٍ عَلَى مَالِ سَيِّدِهِ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْهُ، أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Amir (kepala Negara), dia adalah pemimpin manusia secara umum, dan dia akan diminta pertanggungjawaban atas mereka. Seorang suami dalam keluarga adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang istri adalah pemimpin di dalam rumah tangga suaminya dan terhadap anak-anaknya, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka. Seorang hamba sahaya adalah pemimpin dalam urusan harta tuannya, dia akan dimintai pertanggungjawaban atasnya. Ketahuilah, bahwa setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas siapa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari No. 2554 dan Muslim No. 1829)

Hadis ini menegaskan bahwa peran sebagai orang tua atau kepala keluarga bukanlah sekadar memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga membimbing mereka menuju jalan yang benar agar terhindar dari siksa neraka.

Adapun langkah yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan keluarga dari api neraka antara lain:

1). Pendidikan Agama yang Kuat: Ajarkan tauhid yang benar, cara beribadah (salat, puasa, zakat, haji jika mampu), serta akhlak mulia sejak dini. Libatkan mereka dalam pengajian atau kajian Islam.

2). Menjadi Teladan yang Baik: Orang tua adalah cerminan bagi anak-anaknya. Tunjukkanlah konsistensi dalam menjalankan perintah agama dan menjauhi larangan-Nya.

3).Menciptakan Lingkungan Islami: Jauhkan keluarga dari tontonan atau pergaulan yang bisa menjerumuskan pada maksiat. Penuhi rumah dengan suasana yang mendukung keimanan, seperti sering membaca Al-Qur’an atau mendengarkan ceramah agama.

4). Mengingatkan dan Menasihati: Jangan pernah bosan untuk menasihati dan mengingatkan keluarga tentang pentingnya ketaatan kepada Allah, terutama ketika melihat mereka mulai lalai atau terjerumus dalam dosa. Lakukan dengan hikmah dan penuh kasih sayang.

5). Doa Tiada Henti: Panjatkan doa kepada Allah Swt. agar senantiasa menjaga dan membimbing keluarga kita di jalan yang benar, serta melindungi mereka dari siksa api neraka.

Jadi menyelamatkan keluarga dari api neraka adalah prioritas utama bagi setiap muslim yang beriman. Ini bukan hanya tentang kewajiban, tetapi juga wujud cinta dan kasih sayang kita kepada mereka.

Dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah, serta ikhtiar maksimal dalam mendidik dan membimbing, semoga Allah SWT menjadikan keluarga kita termasuk golongan yang diselamatkan dari pedihnya api neraka dan dimasukkan ke dalam surga-Nya.

Mari kita jadikan amanah ini sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri dan keluarga kita.

Semoga bermanfaat. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search