Dua masjid di lingkungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Mangundikaran Utara Nganjuk tetap menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban meski terjadi penurunan jumlah dibandingkan tahun sebelumnya. Kegiatan dilaksanakan pada Sabtu (7/6/2025) di dua lokasi berbeda, yakni di Masjid Muttaqien yang berlokasi di Jl. P. Sudirman Nganjuk dan Masjid Raudlatul Jannah. Pelaksanaan dilakukan sehari setelah Iduladha, dengan mempertimbangkan efisiensi waktu dan kenyamanan jamaah.
Masjid Muttaqien tercatat menyembelih sebanyak empat ekor sapi yang merupakan hasil dari partisipasi warga dan jamaah sekitar. Sementara itu, Masjid Raudlatul Jannah menyembelih dua ekor sapi dan lima ekor kambing. Penyembelihan dilakukan secara terbuka dan melibatkan panitia dari takmir masjid serta para relawan yang berasal dari kalangan pemuda dan remaja masjid. Daging kurban kemudian dibagikan kepada warga sekitar, khususnya masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Takmir Masjid Muttaqien, Ustaz Amiruddin, menyampaikan apresiasinya atas semangat warga yang masih tinggi meski jumlah hewan kurban menurun dibandingkan tahun lalu.
“Alhamdulillah, meskipun tidak sebanyak tahun sebelumnya, semangat jamaah dan warga untuk berpatungan dalam berkurban masih terjaga,” ujarnya.

Ia menambahkan, semangat berkurban ini adalah bentuk syiar Islam yang terus dijaga oleh masyarakat sekitar. Ia pun berharap agar semangat tersebut juga berdampak pada semangat memakmurkan masjid.
Di tempat lain, Ketua Takmir Masjid Raudlatul Jannah turut mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan masyarakat dalam menitipkan hewan kurban kepada pengurus masjid.
“Kami mengucapkan terima kasih atas inii warga yang menitipkan kurbannya melalui Masjid Raudlatul Jannah. Semoga kepercayaan ini terus meningkat dan bisa membahagiakan warga di sekitar masjid,” katanya.
Menurutnya, penyembelihan hewan kurban bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga tentang mempererat silaturahmi antarwarga dan memperkuat kepedulian sosial.
Ketua PRM Mangundikaran Utara, M. Roissudin, menjelaskan bahwa penyembelihan dilakukan pada hari Sabtu sebagai bentuk strategi agar pelaksanaannya lebih efektif.
“Hari Jumat waktunya sangat singkat karena ada Salat Jumat. Oleh karena itu, jamaah memilih hari Sabtu yang waktunya lebih longgar untuk menyembelih dan mendistribusikan daging kurban,” terangnya seraya menambahkan, keputusan ini diambil berdasarkan kesepakatan bersama antara pengurus masjid dan masyarakat.
Namun, Roissudin juga tidak menampik bahwa jumlah hewan kurban tahun ini mengalami penurunan. Ia menyebut faktor ekonomi sebagai penyebab utama menurunnya partisipasi warga.
“Memang jumlah pengurban tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Beberapa jamaah yang biasanya ikut patungan, tahun ini tidak bisa berpartisipasi karena kondisi ekonomi yang belum membaik,” jelasnya.
Meski begitu, pihaknya tetap mengapresiasi semangat warga yang tetap berkurban di tengah keterbatasan. Para pengurus masjid berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan solidaritas dan memakmurkan masjid. Harapan ke depan adalah jumlah pekurban kembali meningkat dan partisipasi masyarakat semakin luas. (*/red)
