Semangat Ibadah: Bekal Pasti Menuju Akhirat

www.majelistabligh.id -

*)Oleh: Ernawati
Guru SD Muhammadiyah Kranggan/ Alumni Sekolah Tabligh PWM Jateng angkatan 4

Setiap manusia yang hidup di dunia ini, pada hakikatnya adalah calon jenazah. Tidak ada satu pun dari kita yang tahu kapan ajal akan menjemput. Bisa esok, bisa lusa, atau bahkan sebentar lagi. Kematian adalah janji Allah yang pasti ditepati, namun waktu dan caranya adalah rahasia yang tidak diberikan kepada siapa pun. Maka, selama napas masih berhembus, semangat beribadah dan memperbaiki amalan adalah kebutuhan mutlak, bukan pilihan.

Rahmat Allah Turun Seiring Amalan yang Ikhlas

Allah adalah Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Rahmat-Nya lebih luas dari dosa-dosa seluruh makhluk. Namun, rahmat itu tidak turun sembarangan. Dalam banyak ayat dan hadits, Allah menegaskan bahwa rahmat-Nya dekat dengan orang-orang yang berbuat baik, yang senantiasa memperbaiki amal, yang tulus dan istikamah dalam ibadah, meski sederhana.

“Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raaf: 56)

Semakin seseorang memperbagus kualitas ibadahnya, semakin ia membuka jalan bagi turunnya rahmat Allah ke dalam hidupnya. Ibadah bukan hanya bentuk kewajiban, tapi juga jembatan menuju rahmat dan ampunan-Nya.

Mengapa Harus Semangat dalam Ibadah?

Karena kematian pasti datang, dan kita tak tahu kapan.

Setiap hari bisa menjadi hari terakhir kita. Maka, siapa yang berani menunda taubat? Siapa yang merasa cukup dengan ibadah hari ini? Bila kita tahu sebentar lagi kita akan mati, tentu kita akan berlomba-lomba memperbaiki amalan kita, bukan?

Ibadah adalah bekal pulang ke hadapan Allah.

Di alam kubur, semua yang kita banggakan di dunia akan sirna. Yang tersisa hanya amal saleh, doa anak yang salih, dan sedekah jariyah. Maka, logikanya sederhana: makin bagus ibadah kita, makin layak bekal kita untuk “mudik” ke kampung akhirat.

Semangat ibadah adalah tanda hati yang hidup.

Hati yang sadar bahwa dirinya adalah hamba dan akan kembali kepada Rabb-nya, tidak akan tenang jika jauh dari ibadah. Ia akan selalu haus untuk dekat dengan Allah. Ia tahu bahwa satu rakaat yang khusyuk bisa lebih berharga dari seribu rakaat yang lalai.

Bagaimana Agar Selalu Semangat Beribadah?

  • Ingat selalu bahwa kita adalah calon jenazah.
    Renungkan, satu hari nanti tubuh ini akan terbujur kaku, dimandikan, dikafani, lalu dikubur. Segala rutinitas dunia akan terhenti. Tapi amal ibadah kita akan terus “hidup” bersama kita di alam kubur.
  • Bergaul dengan orang-orang saleh.
    Lingkungan sangat berpengaruh pada semangat ibadah. Duduk bersama orang-orang yang mengingat Allah akan menyalakan kembali api iman yang mulai redup.
  • Perbanyak ilmu dan tilawah Al-Qur’an.
    Ilmu menyuburkan iman. Al-Qur’an melembutkan hati dan mengingatkan kita akan janji-janji Allah. Bacalah, renungkan, dan hayati.
  • Jangan menunggu semangat, tapi paksakan diri untuk memulai.
    Karena semangat akan datang setelah kita mulai. Jangan tunggu hati bersih dulu baru ibadah. Tapi ibadahlah agar hati menjadi bersih.

 

Ibadah Adalah Tanda Cinta kepada Allah

Jika kita mencintai seseorang, kita akan rela melakukan apa pun demi dia. Maka, jika kita benar-benar mencintai Allah, kenapa ibadah terasa berat? Bukankah ini kesempatan untuk menunjukkan cinta kita?

Selama masih diberi waktu dan kesempatan, marilah kita perbanyak dan perbagus ibadah kita. Kita tidak tahu kapan hari terakhir, tapi kita bisa memilih untuk menjadikan hari ini sebagai hari terbaik dalam hidup kita—dengan ibadah yang lebih khusyuk, lebih ikhlas, dan lebih sungguh-sungguh.

Kita semua adalah calon jenazah. Maka, siapkan bekal terbaik untuk pulang kepada Allah. Semoga Allah mudahkan langkah kita untuk bergegas menjemput ampunan dan rahmat-Nya.

“Bergegaslah kalian menuju ampunan dari Rabb kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali Imran: 133). (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search