Semangat Tak Pernah Padam dalam Menyebarkan Ilmu

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
www.majelistabligh.id -

Wahai saudaraku seiman, hendaknya kita memiliki semangat tinggi dalam menyebarkan ilmu, terutama ilmu agama yang menjadi cahaya kehidupan.

Lakukanlah tugas mulia ini dengan penuh antusias, kekuatan, dan kesungguhan. Jangan sampai semangat orang-orang yang menyebarkan kebatilan mengalahkan semangat kita yang membawa kebenaran.

Sebagaimana dinyatakan dalam Majmu’ Fatawa Syaikh Bin Baz (6/53):

((أخي المسلم يجبُ أن تحرص على نشر العلم بكل نشاط وقوة؛ وألاَّ يكون أهل الباطل أنشط في باطلهم؛ وأن تحرص على نفع المسلمين في ديـنهم ودُنيــاهم))

“Wahai saudaraku Muslim, hendaknya engkau bersungguh-sungguh dalam menyebarkan ilmu dengan penuh semangat dan kekuatan. Jangan sampai para pelaku kebatilan lebih giat dalam kebatilan mereka daripada engkau dalam menyebarkan kebenaran. Dan bersungguh-sungguhlah dalam memberi manfaat kepada kaum Muslimin, baik dalam urusan agama maupun dunia mereka.”

Islam sangat mendorong penyebaran ilmu. Bahkan Allah memuliakan orang-orang yang berilmu, sebagaimana firman-Nya dalam surah Al-Mujadilah ayat 11:

يَرْفَعِ اللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ دَرَجَٰتٍۢ ۚ

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Ilmu yang dimiliki sekecil apapun, ajarkanlah. Jangan tunggu sempurna untuk berbagi. Mengajarkan Al-Fatihah, huruf-huruf hijaiyah seperti alif, ba’, ta’, ya’ bisa jadi adalah hal yang sangat berarti bagi orang lain.

Kita tidak pernah tahu seberapa besar pahala dari satu ilmu yang kita sampaikan dan kemudian diamalkan oleh orang lain.

Rasulullah saw bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)

Maka jika diberi kesempatan untuk mengajar, ambillah peran itu dengan sungguh-sungguh. Jangan tinggalkan karena urusan dunia semata.

Banyak orang khawatir mengajar tidak menjamin kecukupan hidup. Padahal Allah-lah yang menjamin rezeki. Dunia memang perlu, tapi jangan sampai mengorbankan ladang pahala yang luas ini.

Seperti kata pepatah bijak, yang penting isek iso mangan—yang penting masih bisa makan. Maka teruslah mengajar, insyaAllah Allah akan beri keberkahan dalam hidup.

Percayalah, guru tidak akan kekurangan. Meski mungkin tidak kaya harta, tapi cukup. Bahkan ada jalan-jalan rezeki yang tak disangka-sangka.

Yang penting adalah sabar dan terus berjuang. Terlebih lagi bagi guru yang menyampaikan ajaran Rasulullah saw, sabar adalah pakaian utamanya.

Di mana pun kita berada, di posisi apapun, kesungguhan dalam menjalankan peran sangat penting. Jika bisa mengajar, ajarlah dengan serius.

Jika berprofesi lain, tetap dukung mereka yang mengajar. Karena menguatkan penyebaran ilmu adalah tanggung jawab bersama.

Semangat menyebarkan ilmu bukan sekadar tugas pribadi, tetapi misi umat. Kita sedang menyambung rantai cahaya dari Nabi Muhammad saw untuk umat akhir zaman.

Jangan biarkan cahaya itu padam. Teruskan perjuangan, karena mungkin satu ilmu yang kita sampaikan hari ini akan menjadi penyebab seseorang mendapatkan hidayah esok hari. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search