Sembelilah Sifat Sombong Dalam Diri Kita yang Selalu Merasa Benar

www.majelistabligh.id -

2. Menghargai pendapat orang lain – Tidak selalu merasa paling benar, tetapi terbuka
terhadap masukan dan kritik.

Menghargai pendapat orang lain adalah bagian dari akhlak mulia yang diajarkan dalam Islam. Sikap ini mencerminkan toleransi, kebijaksanaan, dan keterbukaan dalam berinteraksi dengan sesama. Beberapa prinsip utama dalam menghargai pendapat orang lain menurut Islam meliputi:
• Mendengarkan dengan hati yang terbuka – Islam mengajarkan pentingnya mendengarkan sebelum menilai, sebagaimana dalam QS. Az-Zumar: 18, “Yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal.”
• Tidak memaksakan pendapat – Dalam QS. Al-Baqarah: 256 disebutkan, “Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama…” yang menunjukkan bahwa Islam menghargai kebebasan berpikir dan berpendapat.
• Menghindari debat yang tidak bermanfaat – Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa orang yang meninggalkan perdebatan meskipun ia benar akan mendapatkan tempat di surga.
• Mengutamakan keadilan dan adab dalam berdiskusi – Islam mengajarkan bahwa dalam menyampaikan pendapat, seseorang harus tetap menjaga kesopanan dan tidak merendahkan orang lain.

3. Meneladani akhlak Rasulullah – Beliau adalah pemimpin yang penuh kasih sayang dan
rendah hati, bahkan terhadap musuhnya.
Meneladani akhlak Rasulullah ﷺ adalah kunci dalam membentuk karakter yang mulia dan menjalani kehidupan yang penuh keberkahan. Rasulullah dikenal dengan sifat-sifat utama yang menjadi teladan bagi umat Islam, di antaranya:
• Shiddiq (Jujur) – Rasulullah selalu berkata benar dan tidak pernah berdusta, bahkan sebelum diangkat menjadi nabi.
• Amanah (Dapat Dipercaya) – Beliau selalu menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya, baik dalam urusan dunia maupun agama.
• Tabligh (Menyampaikan) – Rasulullah menyampaikan wahyu dengan penuh kesabaran dan kelembutan, tanpa menyembunyikan kebenaran.
• Fathanah (Cerdas) – Beliau memiliki kecerdasan luar biasa dalam menyelesaikan masalah dan membimbing umatnya.
Dalam QS. Al-Ahzab: 21, Allah berfirman:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.

4. Memperbanyak istighfar dan doa – Memohon kepada Allah agar dijauhkan dari sifat
sombong dan diberikan hati yang lembut.

Memperbanyak istighfar dan doa adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam karena membawa keberkahan, ketenangan hati, dan membuka pintu rezeki. Rasulullah ﷺ sendiri memperbanyak istighfar setiap hari, bahkan lebih dari 70 kali dalam sehari.

Beberapa manfaat memperbanyak istighfar dan doa:
• Menghapus dosa – Istighfar adalah bentuk permohonan ampun kepada Allah, sebagaimana disebutkan dalam QS. Nuh: 10, “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun.”
• Membuka pintu rezeki – Dalam QS. Nuh: 11-12, Allah berjanji akan memberikan kelapangan hidup bagi mereka yang memperbanyak istighfar.
• Menjadi kunci terkabulnya doa – Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang memperbanyak istighfar, Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesulitan, kebahagiaan dari setiap kesedihan, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (HR. Ahmad).
• Mendatangkan ketenangan hati – Dengan istighfar, seseorang merasa lebih dekat dengan Allah dan lebih tenang dalam menghadapi ujian hidup

5. Mengingat akibat buruk kesombongan – Dalam Islam, kesombongan adalah salah satu
sifat yang dibenci Allah dan dapat menghalangi seseorang dari surga.

Kesombongan adalah salah satu sifat yang sangat dicela dalam Islam karena dapat membawa dampak buruk bagi individu maupun masyarakat. Beberapa akibat buruk dari kesombongan antara lain:
• Dibenci oleh Allah – Dalam QS. Luqman: 18, Allah berfirman: “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
• Menghalangi seseorang dari kebenaran – Rasulullah ﷺ bersabda: “Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim)
• Menimbulkan konflik dan ketidakharmonisan – Kesombongan dapat menyebabkan seseorang meremehkan orang lain, sehingga memicu perselisihan dan perpecahan dalam masyarakat.
• Menghancurkan hubungan dengan Allah – Kesombongan menjauhkan seseorang dari kasih sayang Allah dan membuatnya sulit untuk menerima petunjuk.
• Membatasi kemampuan belajar – Orang yang sombong cenderung merasa dirinya sudah tahu segalanya, sehingga sulit menerima ilmu baru dan berkembang. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search