Panggung gembira Gen Q Award dan Pentas Seni SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung Surabaya di lapangan sekolah, Kamis (26/6/2025) berlangsung meriah. Ada beragam hadiah untuk siswa. Ada yang menarik, hadiah utama berupa sepeda yang diterima siswa langsung dihibahkan untuk kakak-kakak di Panti Asuhan Muhammadiyah Gersikan Surabaya.
Ketua Panitia Gen Q Award SD Musix Anisa Herwati SPdI menjelaskan, Gen Q Award merupakan apresiasi kepada para siswa yang aktif menjalan ibadah sesuai dengan konten aplikasi. Mereka yang dapat hadiah adalah peraih minimal 3.000 point dan jujur dalam pengisiannya.
Untuk pelaksanaan tahun ini, diakui Anisa, memang terkesan megah dengan keberadaan panggung yang dilengkapi vidiotron, partisipasi dari salah satu dari wali murid kelas 1-ICP sebagai tanda dukungan terhadap agenda kali ini.
Hingar bingar dan dentuman musik mewarnai halaman sekolah. Para pengisi acara seolah tidak sabar menunggu waktu.
“Ayo, ustadzah, kapan acaranya dimulai?” Rengek salah seorang perta
“Sabar ya. Ini harus acara pembukaan dulu” Sahutnya.

Rangkaian acara telah disusun oleh panitia. Dua Master of Ceremony (MC) dari vuru Al-Qur’an metode Ummi. Dengan kostum batik warna dasar biru dongker, motif warna abu-abu sangat simetris dengan kerudung yang dipakai.
Indonesia Raya dan Sang Surya mengelora diangkasa, para hadirin berdiri dan bersemangat menyanyikannya. Gerakan Muthmainatul Fuadah SPdI sebagai dirigen kedua lagu itu menambah semangat suasana.
Sambutan demi sambutan saling sambung menyambung. Selesai opening ceremony selesai dengan doa yang dipimpin oleh ustdz Rahmatullah Hammin pertanda Gebyar penampilan seni dimulai.
“Mari kita Saksikan penampilan pertama kelas 1-A. Tepuk tangan yang meriah,” seru duet MC Canda Eka Wahyuni (Canda) dan Dian Notvitasari (Dian)
Tampilan dari kelas bimbingan Yeni Henita SPdI ini menjajak para audien untuk menjaga lingkungan.
“Apa jadinya kalau kita buang sampah sembarangan?” seru narator cilik Anindya Putri Priyanto
“Tentunya sampah di mana-mana dan wabah penyakit akan menyebar ke mana-mana,” sahut narator Muhammad Iqbal Alviansyah.
Tepuk tangan meriah mengiringi penampilan perdana. Dengan gerakan atraktif secara kolosal, puluhan ini menari mengikuti dentuman musik.
Satu demi satu penampilan setiap kelas mewarnai pangung spektakuler ini. Setelah beberapa tampilan diselingi penyerahan hadiah bagi para pemenangnya
“Ustdzah Canda, saatnya kita bagikan hadiah utama sepeda bagi peraih skor tertinggi,” tanya Dian.
” Iya, saya juga tidak sabar, pingin tahu,” sambung Canda.
“Baik, mari kita panggil Jauhar Akmal Mumtaz kelas 3-A.”
Seorang anak mengenakan kostum pakaian adat Bali, lari menuju ke panggung dia langsung memegang sepeda yang sudah ada di panggung. H Suradi, Anggota Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Wonokromo berkenan menyerahkan hadiahnya.
Setelah penyerahan hadiah utama peraih tertinggi siswa laki-laki, selanjutnya penyerahan peraih sepeda siswa putri.
“Nah ustadzah Dian. Sekarang mari kita panggil peraih hadiah utama untuk siswa putri” seru Canda
“Peraih sepeda siswa putri adalah…. Arania Shabriana Ghassani Yusuf (Rania) kelas 5-ICP,” serunya serempak
Ditunggu beberapa lama, ternyata masih berada di lantai tiga bersama mamanya mengambil rapot.
Mendengar namanya dipanggil, Rania menyeret ibunya turun menuju panggung.
Munahar SHI MPd, Kepala Sekolah SD Musix sudah menunggu di panggung untuk mengerahkan hadiahnya.
“Alhamdulillah. Mbak Rania kalau dapat sepeda untuk apa. Mau dinaiki?” tanya Munahar.
“Tidak” jawaban putri pasangan Bambang Wijanarno ST dan Reni Maya Sari Yusuf MPd
“Begini ustaz. Hadiah sepeda pertama dinaiki sendiri, hadiah sepeda kedua tahun kemaren dihadiahkan kepada adik-adik Panti asuhan di daerah Mananggal,” tutur Maya
“Lho, jadi sudah dapat tiga kali berturut-turut!” sahut Sekretaris Majelis Tabligh PWM Jawa Timur ini
“Lha yang ketiga ini untuk siapa?” Sambungnya.
“Insyaallah akan dihadiahkan kepada kakak-kakak di Panti Asuhan Muhammadiyab Gersikan Surabaya,” jelas dosen manajemen ini. “Alhamdulillah…! Semoga tahun depan bisa mempertahankan prestasi dunia akhirat ini,” harapan Muhanar disambut tepuk tangan para penonton.
Selanjutnya Maya, ibu kandung Raina ini berharap anaknya istikamah dalam menunaikan salat Tahajud dan ibadah yang lain.
“Terutama One Day One Page (Odop),” harapannya sambil turun panggung dan menyerahkan sepeda secara simbolis kepada Hidayatun Ni’mah Kaur Kesiswaan. (basirun)
