Sepele di Mata, Berat di Timbangan Akhirat

Sepele di Mata, Berat di Timbangan Akhirat
*) Oleh : Ferry Is Mirza DM

Kita sering mendapat petunjuk dari mereka yang sudah berpengalaman dalam kehidupan. Jangan remehkan yang kecil, justru yang kecil bisa menjatuhkanmu. Kok bisa?

Banyak orang terjatuh karena tergelincir oleh kerikil bukan jatuh karena terantuk batu besar. Batu yang besar gampang dilihat dan karenanya kita bisa menghindarinya tetapi kerikil yang berserakan itulah yang dapat atau berpotensi menjatuhkan kita.

Ibnu Abdil Bar rohimahullah berkata: “Tidak sepantasnya bagi seorang yang berakal lagi beriman untuk meremehkan sedikitpun amalan kebaikan. Karena terkadang ia bisa diampuni dengan amalan yang paling ringan.” (Tamhiid Lima fil Muwattho 22/12)

Kebaikan sekecil apapun kalau itu dilakukan istiqomah akan terkumpul menjadi kebaikan yang besar.

Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam bersabda dalam hadisnya.

Hadits 1:

“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikit pun, meskipun (hanya) kamu bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum”. (HR. Muslim)

Hadis 2:

“Janganlah engkau memandang rendah sedikit pun suatu kebajikan, walaupun sekedar bertemu saudaramu dengan wajah berseri-seri”. (HR. Muslim)

Diriwayatkan yang lain Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam menegaskan bahwa amalan remeh semisal berbicara dengan senyumpun termasuk al-makruf.

Hadis 3:

“Janganlah engkau memandang remeh perkara makruf. Berbicara dengan saudaramu dengan wajah penuh senyum dan berseri-seri sebab itu termasuk perkara makruf.” (HR.Abu Dawud 4084)

Hadis 4:

“Telah diampuni seorang wanita pezina. Sebab ia pernah melewati seekor anjing di dekat sebuah sumur yang sedang menjulurkan lidahnya dalam kondisi hampir mati kehausan. Wanita pelacur tersebut segera melepas sepatunya dan mengikatnya dengan kerudungnya, kemudian ia mengambil air dari sumur itu. Karena perbuatan itulah dosa-dosanya diampuni”. (HR. Bukhari)

Begitu juga sebaliknya jangan meremehkan kesalahan yang dianggap kecil padahal perbuatan itu bisa menghilangkan semua kebaikanmu dan menjatuhkanmu ke neraka.

Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam bersabda dalam hadisnya: “Dikatakan pada Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Fulanah rajin mengerjakan salat malam dan berpuasa di siang hari, dia juga gemar mengerjakan kebaikan dan bersedekah. Namun, dia sering menyakiti tetangganya dengan lisannya”. Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wasallam menjawab, “Tidak ada kebaikan padanya, ia termasuk penghuni neraka”. (HR. Bukhari)

Sekecil apapun amal perbuatan kita pasti Allah akan mencatatnya, maka berhati-hatilah dan jangan meremehkannya.

Allah Subhanallahu Wa Ta’ala berfirman: “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula”. (QS.Az-Zalzalah : 7-8)

Insya Allah, Allah Subhanallahu Wa Ta’ala menyelamatkan kita dari perbuatan dosa dan menjadikan kita sebagai hamba yang beriman dan diridhaiNya. Aamiin..

“Barang siapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Allah jadikan dia faham dalam urusan agamanya.” (HR. Bukhari Muslim). (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *