Tidak terasa kita akan masuk di 10 hari terakhir bulan Ramadan. Banyak orang semangat di awal, lalu melemah di akhir. Padahal dalam Islam, nilai terbesar justru ada di penutup.
Akhir menentukan nilai dalam kehidupan. Yang dinilai bukan bagaimana kita memulai, tetapi bagaimana kita mengakhiri.
Begitu pula Ramadan. Sepuluh hari terakhir adalah kesempatan terakhir untuk:
- Memperbaiki kekurangan ibadah
- Menambal kelalaian di hari-hari awal
- Menggapai malam Lailatul Qadr
Allah Wa Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.” (QS. Al-Qadr: 1)
Teladan Rasulullah
Aisyah RA berkata:
“Apabila masuk sepuluh hari terakhir Ramadan, Rasulullah bersungguh-sungguh melebihi hari-hari lainnya.” (HR. Muslim)
Di saat yang lain mulai lelah, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam justru meningkatkan kesungguhan. Ini pesan jelas bagi kita: jangan kendur.
Amal yang Dijaga di 10 Hari Terakhir
Mari jaga dan kuatkan:
- Salat malam dan witir
- Tilawah dan tadabbur Al-Qur’an
- Istighfar dan doa
- Sedekah, sekecil apa pun
- Menjaga hati dan lisan
Terutama doa yang diajarkan Rasulullah
“Allāhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa‘fu ‘annī.”
Insyaa Allah kita ketemu Lailatul Qadr, dan Allah Wa Ta’ala mengampuni dosa-dosa kita dan menerima seluruh amal kita. Āamīin…
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad
In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah. || fimdalimunthe55@gmail.com
