Masjid Istiqlal meluncurkan program Wakaf 100.000 Al Qur’an Iluminasi Tionghoa yang mengusung tema besar “Jembatan Harmoni Peradaban.” Al Qur’an dengan cover didominasi warna merah itu diluncurkan bertepatan pada malam Nuzulul Qur’an.
Dalam siaran persnya, Senin (9/3/2026), peluncuran Al Qur’an Iluminasi Tionghoa itu sebagai bagian dari rangkaian acara Nuzulul Qur’an yang digelar Masjid Istiqlal bersama Unit Percetakan Al Qur’an Kementerian Agama serta Persatuan Islam Tionghoa Indonesia.
Program wakaf itu menjadi gerakan kolaboratif untuk memperluas penyebaran Al Qur’an sekaligus menghadirkan harmoni budaya melalui disain mushaf yang memadukan nilai keislaman dengan unsur seni iluminasi bernuansa Tionghoa. Perpaduan tersebut diharapkan menjadi simbol kuat, Islam tumbuh dan berkembang secara damai di tengah keragaman budaya Indonesia.
Ketua Panitia kegiatan, Mas’ud Halimin, menjelaskan, peluncuran wakaf ini merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat pesan universal Al Qur’an sebagai pedoman hidup yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
“Melalui launching Wakaf 100.000 Al Qur’an Iluminasi Tionghoa ini, kami ingin menghadirkan gerakan wakaf yang bukan hanya memperluas penyebaran mushaf Al Qur’an ke berbagai daerah, tetapi juga menjadi simbol harmoni budaya,” ujar Mas’ud Halimin.
Menurutnya, keindahan iluminasi bernuansa Tionghoa dalam mushaf ini menunjukkan, nilai Islam dapat berpadu dengan budaya secara damai dan saling memperkaya.
Ia menambahkan, gerakan wakaf tersebut juga menjadi ajakan luas bagi masyarakat untuk ikut berkontribusi menyebarkan cahaya Al Qur’an hingga ke berbagai pelosok negeri.
“Setiap huruf yang dibaca, setiap ayat yang dihafal, dan setiap kebaikan yang lahir dari mushaf tersebut akan menjadi amal jariyah yang terus mengalir. Karena itu kami mengajak masyarakat menjadi bagian dari gerakan kebaikan ini, satu mushaf dari kita dapat menjadi cahaya ilmu bagi banyak orang,” katanya.
Momentum Nuzulul Qur’an tersebut menjadi jembatan harmoni antara peradaban Nusantara dan peradaban Tionghoa yang telah lama berkembang berdampingan di Indonesia.
Pesan Persaudaraan Islam
Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa Nuzulul Qur’an merupakan momentum penting untuk kembali menghidupkan nilai-nilai universal yang terkandung dalam Al Qur’an.
Menurutnya, Indonesia yang memiliki keragaman budaya justru menyimpan potensi besar untuk menampilkan wajah Islam yang inklusif serta harmonis dalam kehidupan bermasyarakat.
“Keragaman budaya Nusantara adalah kekayaan yang harus dirawat. Ketika nilai-nilai Al Qur’an bertemu dengan kearifan budaya lokal, maka lahirlah peradaban yang saling menghargai dan memperkuat persaudaraan,” lanjutnya. (*/tim)
