Sinergi dan Kebersamaan: Salat Idulfitri Warga Muhammadiyah Nganjuk Dikawal Banser

Sinergi dan Kebersamaan: Salat Idulfitri Warga Muhammadiyah Nganjuk Dikawal Banser

Warga Muhammadiyah Nganjuk menggelar Salat Idulfitri 1446 H di Halaman GOR Bung Karno, Nganjuk, pada Senin (31/3/2025). Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh ratusan jamaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Nganjuk.

Acara tersebut diinisiasi oleh gabungan empat Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) dari Kelurahan Mangundikaran, Begadung, Warungotok, dan Payaman, serta PRM Gabungan Kidul, Kecamatan Nganjuk.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan menyelenggarakan ibadah secara berjamaah dengan penuh kekhidmatan.

Pelaksanaan Salat Idulfitri berlangsung lancar dan tertib dengan pengawalan dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Kehadiran Banser menunjukkan sinergi antara berbagai elemen masyarakat dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan ibadah bagi jamaah yang hadir.

Ketua PRM Warungotok, Mijan, S.H., mengungkapkan bahwa penyelenggaraan Salat Idulfitri di GOR Bung Karno sudah memasuki tahun kelima.

“Alhamdulillah, kegiatan ini terus mendapat respons positif dari warga. Ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dalam beribadah tetap terjaga di tengah masyarakat Muhammadiyah Nganjuk,” ujarnya.

Salat Idulfitri semakin khusyuk dengan penyampaian khutbah oleh Ustaz Ikhwan Ashofa dari LAZISMU Jawa Tengah.

Dalam khutbahnya, Ustaz yang menjabat sebagai Manajer Area mengajak jamaah untuk meningkatkan kepedulian terhadap umat, khususnya fakir miskin dan anak yatim. Ia mengutip Surat Al-Ma’un sebagai dasar pentingnya berbagi dan membantu sesama.

Dikawal Banser, Warga Muhammadiyah Nganjuk Gelar Salat Idulfitri di GOR Bung Karno
Keakraban warga Muhammadiyah dengan Banser. foto: m. roisuddin

Sebagai Manajer Area Lazismu Jawa Tengah, Ustaz Ikhwan juga mengingatkan pentingnya menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi.

“Sedekah boleh disalurkan sendiri, tetapi zakat harus melalui lembaga-lembaga resmi seperti LAZISMU, BAZNAS, atau lembaga sejenisnya,” tegasnya.

Ketua PRM Mangundikaran Utara, M. Roissudin, M.Pd., menambahkan bahwa pelaksanaan Salat Id di lapangan merupakan bagian dari sunnah Rasulullah dan syiar dakwah Islam yang harus terus dijaga. “Rasulullah senantiasa menggelar Salat Id di tanah lapang sebagai bagian dari syiar Islam,” ujarnya.

Rangkaian Salat Idulfitri dimulai sejak pukul 06.00 WIB dengan menggaungkan takbir, tahmid, dan tahlil. Acara berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diakhiri pada pukul 07.30 WIB.

Setelah salat, para jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan, menandai kebersamaan dan keharmonisan dalam merayakan hari kemenangan.(m. roissudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *