Sejumlah madrasah ikut berpartisipasi pada pameran Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF) dan Indonesia Young Moslem Inventor Award (IYMIA) yang diselenggarakan di Kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), 15–18 Januari 2026. Pada aven ini, beberapa madrasah menunjukkan integrasikan nilai-nilai agama dan sains melalui inovasi teknologi ramah lingkungan.
Pameran inovasi tingkat pelajar ini diikuti siswa-siswi sekolah menengah pertama dan menengah dari berbagai daerah. Dari unsur madrasah, sejumlah satuan pendidikan Kementerian Agama turut ambil bagian, antara lain MTsN 40 Jakarta, MTsN 42 Jakarta, MTsN 41 Jakarta, MTsN 6 Jakarta, MAN 6 Jakarta, MAN 2 Padang Sidimpuan dan MAN 13 Jakarta.
Keikutsertaan madrasah dalam ajang ini menjadi bukti transformasi pendidikan Islam yang tidak hanya menekankan penguatan spiritual, tetapi juga pengembangan sains, teknologi, dan kepedulian lingkungan. Hal tersebut sejalan dengan program Ekoteologi Kementerian Agama, yang menanamkan kesadaran bahwa menjaga alam adalah bagian dari tanggung jawab keagamaan.
Melalui inovasi berbasis riset, madrasah menghadirkan wajah pendidikan Islam yang adaptif, kreatif, dan solutif terhadap tantangan zaman.
MTsN 6 Jakarta: Energi Terbarukan dan Daur Ulang Limbah
MTsN 6 Jakarta Timur mengusung tema besar “Environmental Engineering”. Guru pembina, Haryati, menjelaskan bahwa siswa membentuk empat tim riset yang berfokus pada pengembangan inovasi ramah lingkungan.
“Kategori yang kami ambil adalah environmental engineering. Ada inovasi energi alternatif dari panas matahari, pembuatan deterjen ramah lingkungan yang air bekasnya bisa digunakan untuk menyiram tanaman, boneka penyemai bibit yang akan menumbuhkan tanaman ketika dibasahi, serta bioplastik dari limbah kulit pisang dan biji alpukat,” kata Haryati.
MAN 6 Jakarta: AI dan Teknologi
MAN 6 Jakarta Timur membawa empat tim inovasi. Di antaranya adalah teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk pembacaan suhu otomatis menggunakan sistem LORA.
Pembina inovasi MAN 6, Rian Hidayat, menjelaskan bahwa program riset sudah berjalan konsisten selama beberapa tahun dan tidak terbatas pada kegiatan ekstrakurikuler tertentu. “Kami membangun budaya riset yang serius, dari perencanaan, pengembangan, hingga pendampingan administrasi siswa,” kata Rian.

MTsN 40 Jakarta: Robot Pendeteksi Kebakaran
MTsN 40 Jakarta menghadirkan inovasi robot Flame Guard, sebuah prototipe robot pendeteksi api, asap, dan gas berbahaya yang dirancang untuk membantu mitigasi kebakaran di kawasan padat penduduk.
Guru pembina, Rana Maulani, menjelaskan bahwa ide robot ini lahir dari realitas lingkungan sekitar sekolah. “Jakarta Barat adalah kawasan padat yang rawan kebakaran. Anak-anak berinisiatif membuat robot yang bisa membantu mendeteksi bahaya sejak dini,” ujarnya.
Partisipasi aktif madrasah dalam GYIIF & IYMIA 2026 menegaskan transformasi madrasah sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang berpijak pada nilai-nilai keagamaan. Inovasi energi terbarukan, pengolahan limbah, robot mitigasi bencana, hingga aplikasi kesehatan berbasis AI menunjukkan bahwa madrasah mengintegrasikan iman, ilmu, dan amal dalam praktik nyata. (*/tim)
