Siti Maria Ulfa: Cahaya Kecil di Tengah Layanan Haji untuk Lansia dan Disabilitas

www.majelistabligh.id -

Di balik khusyuknya langkah para jemaah lansia dan disabilitas menuju Baitullah, ada tangan-tangan penuh kasih yang bekerja tanpa lelah. Salah satunya adalah Siti Maria Ulfa, perempuan tangguh yang menjadikan pelayanan sebagai jalan ibadah.

Siti Maria Ulfa, petugas haji Indonesia, berasal dari Jawa Tengah, ia sebagai koordinator layanan lansia dan disabilitas (Landis), di sektor 2 madinah, Tabah Tower Hotel, Madinah.

Ketika mentari gurun menyapa lembut rombongan jemaah haji Indonesia, langkah-langkah perlahan para lansia dan penyandang disabilitas tampak begitu penuh makna. Di antara mereka, berdiri sosok penuh ketulusan: Siti Maria Ulfa. Perempuan tangguh ini mengabdikan diri sebagai petugas haji yang bertugas di sektor layanan khusus untuk lansia dan disabilitas.

Dalam diam, Maria bekerja. Bukan untuk pujian, bukan sekadar menggugurkan tugas. Baginya, pelayanan ini adalah panggilan hati. Di setiap derap langkah yang dibantu, di setiap kursi roda yang ia dorong, dan di setiap peluh yang menetes saat membantu jemaah, terselip doa dan harapan akan ridho Allah.

Perjalanan dari Madinah ke Makkah bukan sekadar perpindahan geografis. Bagi para jemaah lansia dan disabilitas, ini adalah tantangan spiritual dan fisik yang berat. Maria berada di garda terdepan, menyambut laporan jemaah yang kesulitan, mencarikan solusi, dan memastikan tak satu pun dari mereka merasa terabaikan.

“Tugas ini bukan pekerjaan biasa,” ujar Maria pelan, matanya berkaca-kaca. “Saya ingin jemaah tahu, mereka tidak sendiri. Allah hadir lewat pelayanan kami.”

Apa yang dilakukan Maria bukan hanya logistik. Ini adalah bentuk cinta yang sederhana namun dalam. Dalam setiap langkahnya, ia membuktikan bahwa kasih dan kepedulian adalah ibadah yang tak kalah mulia dibandingkan wukuf di Arafah atau tawaf di Ka’bah.

Ia sadar, bagi lansia dan disabilitas, ibadah haji adalah momen paling sakral, mungkin yang terakhir dalam hidup. Dan jika ia bisa menjadi bagian kecil dari kelancaran itu, maka hidupnya telah bermakna.

Di tengah ribuan jemaah yang memadati tanah suci, Siti Maria Ulfa bukanlah nama yang akan sering terdengar. Namun bagi mereka yang sempat disentuh kebaikannya, Maria adalah cahaya. Sebuah kehadiran kecil yang memberi rasa aman dan harapan.

Petugas haji seperti Maria membuktikan bahwa ibadah tak hanya dilakukan dengan berdiri dan bersujud, tapi juga dengan kasih dan kepedulian. Dan mungkin, itulah bentuk ibadah paling indah yang jarang disadari. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search