Puncak ibadah haji, yakni wukuf di Arafah, akan berlangsung pada Kamis (5/6/2025). Menjelang fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina), Kementerian Agama melalui Tim Lansia, Disabilitas, dan Penanganan Krisis Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKP2JH) telah menyiapkan skema evakuasi khusus bagi jamaah haji kategori risiko tinggi, terutama lansia dan penyandang disabilitas.
Kepala Seksi Lansia, Disabilitas, dan PKP2JH, Didit Sigit Kurniawan, menyampaikan bahwa seluruh personel telah siaga menghadapi padatnya pergerakan jamaah di kawasan Mina dan Jamarat. Penanganan akan difokuskan pada sistem evakuasi estafet yang mengandalkan koordinasi lintas unit.
“Tim PKP2JH akan berkolaborasi dengan Linjam, Tim Lansia, Media Center Haji (MCH), serta rumah sakit Arab Saudi, khususnya di sekitar Mina,” jelas Didit di Makkah.
Skema evakuasi estafet memungkinkan jamaah yang mengalami kelelahan atau gangguan kesehatan untuk dibawa secara bergantian dari satu pos layanan ke pos berikutnya. Terdapat lima pos utama yang dijaga oleh petugas PKP2JH, Linjam, dan MCH, yang siap membantu selama 24 jam.
Untuk kondisi ringan, jamaah akan dievakuasi menggunakan kursi roda. Namun jika jamaah tidak mampu duduk atau berada dalam kondisi kritis, tandu akan digunakan. Dalam situasi darurat di tengah kerumunan, petugas akan segera meminta bantuan pasukan keamanan (Askar) untuk memanggil ambulans.
“Kami telah siapkan ambulans dengan fasilitas mini-ICU yang akan langsung membawa jamaah ke RS rujukan seperti Mina Al Wadi. Ambulans ini juga dikawal Askar dan dilengkapi sirine agar bisa menembus kepadatan,” tambah Didit.
Bagi jamaah yang hanya mengalami kelelahan ringan, tim akan membawa mereka ke tenda-tenda teduh yang disediakan di setiap pos. Lokasi ini menjadi tempat istirahat sementara agar jamaah bisa pulih tanpa harus dirujuk ke fasilitas kesehatan lebih lanjut.
“Kondisi di Mina sangat panas. Jika hanya kelelahan biasa, jamaah akan dibawa ke tempat teduh untuk istirahat sejenak,” ujar Didit.
Langkah-langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Indonesia untuk memastikan seluruh jamaah, khususnya lansia dan disabilitas, dapat menunaikan puncak ibadah haji dengan aman, nyaman, dan khusyuk. (afifun nidlom)
