Skema Safari Wukuf, Murur dan Tanazul Siap Dilaksanakan

www.majelistabligh.id -

Menteri Agama RI, KH Nasaruddin Umar, bersama jajaran Kementerian Agama (Kemenag), memaparkan skema layanan puncak haji dalam rapat kerja dan rapat dengar pendapat (RDP) bersama Tim Pengawas (Timwas) DPR RI di Makkah, Arab Saudi. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai tantangan dan solusi terkait penyelenggaraan haji 1446 H/2025 M.

Nasaruddin menyampaikan bahwa pelayanan haji tahun ini menghadapi banyak dinamika. Namun berkat kerja sama yang baik antara Kemenag dan Timwas DPR, persoalan-persoalan tersebut dapat diurai satu per satu.

“Kalau kita petakan persoalan, memang luar biasa banyak. Tapi alhamdulillah, satu demi satu bisa kita selesaikan. Saya mengapresiasi bantuan dari DPR RI yang turut aktif mencarikan solusi,” ujar Nasaruddin di Makkah, Senin (2/6/2025).

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag, Prof. Hilman Latief, menyampaikan secara rinci skema teknis pergerakan jemaah haji menjelang puncak ibadah haji.

Hilman menegaskan bahwa 100% jemaah haji Indonesia akan diberangkatkan dari hotel di Makkah menuju Arafah pada Rabu, 8 Zulhijah 1446 H (4 Juni 2025 M) mulai pukul 07.00 waktu Arab Saudi. Proses mobilisasi dilakukan secara bertahap menggunakan bus kota (city bus), dengan target terakhir tiba di Arafah sebelum pukul 00.00 pada 9 Zulhijah.

Hilman memaparkan tiga skema utama dalam pergerakan jemaah menuju puncak haji:

1. Safari Wukuf

Skema ini menjadi pola dasar pergerakan seluruh jemaah dari Makkah ke Arafah, lalu berlanjut ke Muzdalifah dan Mina.

2. Murur (Lintas Muzdalifah Tanpa Mabit)

Sebanyak 33% jemaah (sekitar 67 ribu orang) dijadwalkan mengikuti murur. Mereka terdiri dari jemaah lansia, berisiko tinggi, obesitas, serta pendamping dan relawan yang ikut membantu. Skema ini memungkinkan jemaah hanya melintasi Muzdalifah tanpa bermalam (mabit).

3. Tanazul (Kembali Lebih Awal dari Mina)

Setelah melempar jumrah, sekitar 18,2% jemaah (sekitar 37 ribu orang) akan langsung kembali ke hotel di Makkah. Meski demikian, jemaah tetap mendapatkan hak tenda di Mina serta layanan konsumsi dan akomodasi.

Hilman menambahkan bahwa petugas haji akan melakukan penyisiran secara menyeluruh di tenda-tenda Arafah agar tidak ada jemaah yang tertinggal.

“Biasanya ada saja jemaah yang tertinggal di toilet atau ketiduran. Karena itu petugas Pelindungan Jemaah (linjam) akan menyisir secara menyeluruh,” jelasnya.

Untuk memastikan kelancaran operasional, Kemenag telah melaksanakan simulasi pergerakan jemaah dari Makkah ke Arafah. Diharapkan seluruh proses puncak haji tahun ini berjalan sesuai rencana, dengan tetap mengutamakan kenyamanan, keamanan, dan keselamatan jemaah. (afifun nidlom)

 

Tinggalkan Balasan

Search