Suami-Istri itu Seperti Pakaian

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Suami-istri diibaratkan seperti pakaian, bermakna saling menutupi aib/kekurangan, melindungi dari perbuatan maksiat, memberikan kehangatan (ketenangan), serta menjadi hiasan yang memperindah satu sama lain. Pasangan adalah kebutuhan pokok untuk menjaga kehormatan dan penyempurna agama.

Allah menyebut hubungan suami-istri sebagai pakaian dalam Al-Qur’an, tepatnya di QS Al-Baqarah ayat 187:

هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّۗ

“Mereka adalah pakaian bagimu dan kamu adalah pakaian bagi mereka.”

Berikut adalah jabaran mendalam makna suami-istri sebagai pakaian:

  • Menutupi Aib dan Kekurangan (Satrul Aurah): Pasangan wajib menjaga rahasia, kelemahan, dan kesalahan pasangannya agar tidak diketahui orang lain, ibarat pakaian menutupi aurat.
  • Perlindungan (Pelindung): Seperti pakaian yang melindungi dari dingin dan panas, pasangan harus saling melindungi dari fitnah, gangguan, dan memberikan ketenangan (sakinah).
  • Keindahan dan Perhiasan: Pakaian membuat manusia terlihat anggun. Suami istri selayaknya saling menghiasi dengan akhlak baik dan meningkatkan rasa percaya diri pasangan.
  • Identitas: Pasangan adalah cerminan satu sama lain; kualitas pasangan menunjukkan kehormatan diri kita.

Pakaian itu melekat paling dekat, tidak ada yang lebih dekat ke tubuh selain pakaian. Ini menggambarkan kedekatan emosional dan batin: bukan sekadar hidup bersama, tapi saling memahami sampai ke hal yang paling dalam.

Pakaian menempel langsung di kulit. Ini melambangkan kedekatan fisik, batin, serta hubungan yang dekat.

Pakaian itu memberi kenyamanan. Kalau pakaian cocok, kita merasa tenang. Kalau tidak, kita gelisah. Begitu juga pasangan: pernikahan yang sehat itu bukan cuma “bertahan”, tapi menghadirkan ketenangan (sakinah).

Pakaian itu melindungi, dari panas, dingin dan bahaya luar. Suami-istri saling jadi sistem perlindungan secara fisik, emosional dan bahkan spiritual.

Pakaian itu memperindah. Bukan cuma menutup, tapi juga memperindah penampilan. Pasangan yang baik membuat hidup kita lebih baik, akhlak naik, iman terjaga, hidup lebih terarah.

Pakaian itu harus dijaga dan dirawat. Pakaian kalau tidak dirawat akan rusak. Begitu juga hubungan: butuh perhatian, komunikasi dan usaha terus menerus.

Pernikahan dalam Islam bukan sekadar kerja sama hidup. Tapi penyatuan dua jiwa yang saling menjaga untuk menyatukan dua jiwa dalam misi ketaatan kepada Allah, menciptakan sakinah (ketenangan), mawaddah (cinta), dan rahmah (kasih sayang). Ini adalah komitmen saling menjaga kehormatan, memikul amanah bersama, dan belajar bersabar, bukan sekadar kontrak kerja sama. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search