Sudahkah Kita Mempersiapkan Bekal untuk Kehidupan Abadi?

www.majelistabligh.id -

*)Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri

Hidup di dunia ini tidaklah lama. Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

أَعْمَارُ أُمَّتِي مَا بَيْنَ السِّتِّيْنَ إِلَى السَّبْعِيْنَ، وَأَقَلُّهُمْ مَنْ يَجُوزُ ذَلِكَ

“Umur-umur umatku berada antara 60 hingga 70 tahun, dan sedikit dari mereka yang bisa melampaui usia tersebut.”
(HR. Ibnu Majah no. 4236, dinilai hasan shahih oleh Syaikh Al-Albani)

Dalam waktu yang relatif singkat ini, kita memerlukan bekal yang banyak untuk menjalaninya. Bahkan, tak jarang kita harus bersusah payah, banting tulang siang dan malam demi mencari bekal kehidupan dunia.

Namun, jika untuk hidup yang hanya sekitar 60–70 tahun saja kita bekerja keras, bagaimana dengan kehidupan di alam barzakh yang bisa berlangsung ribuan tahun? Sudahkah kita bersungguh-sungguh mempersiapkan bekalnya?

Setelah alam barzakh, akan datang hari kebangkitan. Di sana kita akan menjalani kehidupan yang sangat panjang. Dalam satu hadis disebutkan bahwa satu hari di akhirat setara dengan lima puluh ribu tahun di dunia. Saat itu, tak ada yang bermanfaat kecuali amal baik. Tak ada pakaian, tak ada alas kaki, matahari sangat dekat—hanya berjarak satu mil—dan tak ada naungan selain naungan dari Allah.

Sungguh, kehidupan setelah dunia jauh lebih lama dan jauh lebih berat. Sudah selayaknya kita mempersiapkan bekal untuk menghadapi hari itu dengan lebih sungguh-sungguh dan lebih serius daripada bekal untuk dunia yang fana ini.

Allah Ta‘ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Hasyr: 18)

Renungilah ayat ini, dan lihatlah ke dalam diri masing-masing: sudahkah kita mempersiapkan bekal yang cukup untuk kehidupan yang kekal?

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Search