Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wiyung, Kota Surabaya, turut serta dalam Aksi Akbar Aliansi Rakyat Bela Palestina yang berlangsung damai dan tertib di Surabaya. Ribuan peserta memadati area depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, pada Sabtu (19/4/2025).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh unsur PCM Wiyung, Pimpinan Majelis PCM Wiyung, Pimpinan Organisasi Otonom Muhammadiyah (Ortom) yang meliputi PCA, PCNA, PCPM, PCIPM, dan Kwarcab HW se-Cabang Wiyung, PRM dan PRA se-Cabang Wiyung.
Juga kepala sekolah beserta guru dan karyawan Perguruan Muhammadiyah Wiyung (Darul Hufaadz Muhammadiyah, TK Aisyiyah 31, SDM 15, SMP 17, dan SMAM 9), kepala sekolah beserta karyawan LKSA KH Mas Mansyur dan Aisyiyah Wiyung, takmir masjid se-Cabang Wiyung, serta para simpatisan Muhammadiyah Wiyung.
H. Suri Marzuki, S.E., Ketua PCM Wiyung, menyampaikan, “Kami merasa bangga dengan adanya aksi damai peduli Palestina hari ini. Seluruh keluarga besar PCM Wiyung kami libatkan. Kami ikutkan semua, dan kami bentuk koordinator lapangan (korlap) dari PCM Wiyung. Alhamdulillah, aksi ini berjalan lancar dan damai.”
“Semoga apa yang kita sampaikan hari ini didengar oleh dunia, dan semoga saudara-saudara kita di Palestina segera diberi kemerdekaan, serta zionis Israel diberi peringatan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” seru Abah Suri sambil mengumandangkan takbir, “Allahu Akbar!”
Hal senada disampaikan oleh koordinator lapangan (korlap), Mationo, MA, yang akrab disapa Yono. Ia mengatakan, pihaknya telah diberi amanah oleh Persyarikatan Muhammadiyah mari menjalankannya dengan sungguh-sungguh. Kita ikuti dan ramaikan bersama aksi ini di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya.
“Harapan kita semua, setelah aksi ini, Palestina—negeri para nabi—segera mendapatkan pertolongan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan Dewan Perserikatan Bangsa-Bangsa segera memberikan sanksi kepada zionis Israel atas kebiadabannya selama ini,” tuturnya saat dijumpai usai aksi.
Para peserta aksi mengenakan pakaian serba putih serta membawa berbagai atribut yang menunjukkan solidaritas terhadap Palestina. Aksi ini menjadi wujud nyata empati terhadap penderitaan umat Islam di Palestina. Hal itu juga disampaikan Musa Abdullah, Bendahara PDM Surabaya.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap umat Islam di Indonesia, khususnya di Surabaya, dapat memiliki rasa empati yang tinggi terhadap saudara-saudara kita di Palestina,” ujar Musa.
Saat orasi berlangsung, koordinator lapangan Aksi Akbar Aliansi Rakyat Bela Palestina terus mengobarkan semangat dengan pekikan “Free Free Palestine!” dan “Takbir! Allahu Akbar!” Suasana semakin khidmat ketika Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, diundang untuk memberikan orasi.
Wakil Gubernur Emil Elestianto Darda dalam pidatonya menegaskan bahwa perjuangan membela Palestina bukan hanya milik umat Islam, melainkan perjuangan seluruh umat manusia.
“Perjuangan ini bukan hanya milik satu golongan. Dunia telah bersuara, peradilan internasional juga telah berbicara. Kita harus bergerak bersama,” kata suami Arumi Bachsin itu.
Emil juga mengingatkan bahwa meskipun Surabaya terpisah jauh dari Palestina, sebagai sesama umat manusia kita tetap bisa memberikan dukungan, salah satunya melalui doa untuk keadilan di Palestina.
Sementara itu, anggota DPR RI, Reni Astuti, menegaskan bahwa persoalan Palestina adalah masalah kemanusiaan secara global.
“Ini bukan masalah satu golongan, tetapi ini adalah tanggung jawab kita bersama. Saat ini, banyak rakyat Palestina yang menjadi korban akibat kebiadaban Israel. Rumah-rumah mereka dihancurkan, anak-anak dan perempuan menjadi sasaran kekejaman, bahkan bantuan kemanusiaan pun sering terhalang oleh Israel,” ucap Reni dalam orasinya.
Melalui aksi ini, Reni berharap doa untuk Palestina semakin masif dan terus mengalir. “Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina, tanpa henti,” ujarnya menutup orasi.
Kegiatan ini kemudian ditutup dengan doa. Seluruh peserta Aksi Akbar Aliansi Rakyat Bela Palestina, termasuk rombongan dari PCM Wiyung, mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir dengan penuh kekhusyukan.
(ali shodiqin)
