Surga dan Kenikmatannya

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Kenikmatan surga adalah kebahagiaan abadi yang luar biasa, tidak pernah terlihat mata, terdengar telinga, atau terlintas di hati manusia. Penghuni surga akan hidup kekal dalam kedamaian, menikmati makanan/minuman lezat, tempat tinggal indah, dan pasangan suci. Puncak kenikmatannya adalah memandang wajah Allah Swt.

Berikut adalah gambaran kenikmatan surga menurut ajaran Islam:

Nikmat Tertinggi (Melihat Allah):

Penduduk surga akan dianugerahi kenikmatan memandang wajah Allah Swt, yang membuat mereka melupakan seluruh nikmat lainnya.

Fisik yang Sempurna:

Penghuni surga berusia muda (sekitar 30-33 tahun), bertubuh indah, tanpa penyakit, dan tidak membuang kotoran (ekskresi berupa keringat beraroma kasturi).

Fasilitas Mewah dan Kekal: Tempat tinggal berupa istana megah, kasur empuk, pakaian sutra, dan perhiasan emas/perak.

Makanan dan Minuman Tak Terbatas: Sungai yang mengalirkan air susu, madu, dan arak (tidak memabukkan), serta buah-buahan yang mudah dipetik.

Lingkungan Penuh Kedamaian: Tidak ada rasa dengki, kebencian, ucapan sia-sia, atau rasa lelah. Suasana dipenuhi dengan kedamaian dan “salam”.

Pasangan yang Suci: Ditemani bidadari dan pasangan yang suci secara fisik maupun maknawi.

Keabadian: Seluruh kenikmatan ini berlangsung selamanya, tanpa kematian atau penuaan.

Marilah kita simak bersama tentang sifat-sifat dan gambaran surga dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam hadis lain. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

هِيَ وَرَبِّ الْكَعْبَةِ نُوْرٌ يَتَلَأْلَأُ وَرَيْحَانَةٌ تَهْتَزُّ وَقَصْرٌ مَشِيْدٌ وَنَهْرٌ مُطَّرِدٌ وَفَاكِهَةٌ كَثِيْرَةٌ نَضِيْجَةٌ وَزَوْجَةٌ حَسْنَاءُ جَـمِيْلَةٌ وَحُلَلٌ كَثِيْرَةٌ فِي مُقَامٍ أَبَدِيٍّ فِي حَبْرَةٍ وَنَضْرَةٍ (رواه ابنُ ماجه)

“Surga itu–demi Allah, Tuhan Pemilik Ka’bah–adalah cahaya yang cemerlang, tetumbuhan hijau yang banyak nan menakjubkan, istana yang megah, sungai yang mengalir di lantainya, buah-buahan yang banyak dan matang, istri yang cantik jelita dan pakaian-pakaian yang banyak, di kehidupan yang abadi dalam kegembiraan dan wajah yang berseri-seri” (HR Ibnu Majah)  

Dalam hadis ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersumpah dengan nama Allah, Tuhan Pemilik Kakbah, bahwa surga adalah cahaya yang terang benderang. Karenanya surga tidak membutuhkan matahari maupun bulan. Setiap yang ada di surga bersinar. Di sana tidak ada kegelapan. Batasan malam dan siang diketahui dengan tanda khusus yang Allah jadikan di sana.

Di surga juga ada Thuba, yaitu pohon yang jika jaraknya ditempuh oleh orang yang menaiki hewan tunggangan di bawahnya, seratus tahun pun tidak akan selesai melewatinya. Pohon ini akan mengeluarkan pakaian-pakaian untuk penduduk surga yang akan mereka pakai.

Di surga juga ada sungai-sungai yang mengalir. Mengambil air sungai itu tidak akan membuat seseorang letih karena ia bukan berupa galian-galian yang dalam. Sebaliknya ia mengalir di permukaan lantai surga.

Di surga juga ada burung-burung yang berbeda dengan burung-burung yang ada di dunia. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّكَ لَتَنْظُرُ إِلَى الطَّيْرِ فِي الجَنَّةِ فَتَشْتَهِيْهِ فَيَخِرُّ بَيْنَ يَدَيْكَ مَشْوِيًّا (رواه البزّار)

“Sungguh engkau di surga akan melihat seekor burung lalu engkau menginginkannya maka ia akan terjatuh di hadapanmu dalam keadaan sudah terpanggang” (HR al-Bazzar)  

Setelah dimakan oleh seorang Mukmin, Allah mengembalikannya seperti sedia kala lalu ia terbang kembali.

Di surga juga ada ranjang-ranjang yang ditinggikan sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:

فِيهَا سُرُرٌ مَرْفُوعَةٌ (الغاشية: ١٣)

“Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan.” (QS. al-Ghasyiyah ayat 13).  

Disebutkan dalam beberapa hadis bahwa dipan-dipan tersebut dihiasi dengan mahkota-mahkota dari mutiara, dan papannya terbuat dari emas. Dipan-dipan itu akan berposisi tinggi selama belum datang pemiliknya. Jika telah datang pemiliknya, maka ia turun melandai kepada pemiliknya sehingga dengan mudah ia mendudukinya. Lalu meninggi kembali membawanya.

Allah menjadikan dipan-dipan tersebut sebagai alat dan sarana untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain di surga. Karenanya, jika seseorang ingin menemui orang lain di surga, dipan tersebut membawanya terbang dengan kekuasaan Allah ta’ala hingga ia sampai di hadapan dipan orang yang dituju. Lalu mereka duduk berhadapan dan berbincang-bincang. Kemudian dipan tersebut akan membawanya kembali ke tempat asalnya. Inilah makna firman Allah:

عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ (سورة الحجر: ٤٧)

“Mereka duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan”  (QS. al-Hijr ayat 47).  

Apa yang telah dijelaskan di atas adalah sebagian di antara nikmat umum yang dirasakan oleh semua penduduk surga.

Sedangkan nikmat khusus yang Allah sediakan bagi para penduduk surga yang meninggal dunia dalam keadaan bertakwa, maka tidak ada seorang pun malaikat yang dekat kepada Allah atau nabi yang diutus Allah, yang mengetahuinya.

Al-Bukhari meriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

Allah ta’ala berfirman dalam hadits qudsi:

أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيَ الصَّالِحِيْنَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ (رواه البخاريّ)

“Telah aku persiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang shalih kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas dalam hati manusia.”

Abu Hurairah berkata: “Bacalah jika kalian mau firman Allah ta’ala:

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ (السجدة: ١٧) (رواه البخاريّ)

“Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang menyenangkan hati sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan” (HR al-Bukhari)

Tinggalkan Balasan

Search