Syukur Berdampak Qanaah

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
Pengajar Mata Kuliah AIK UMM
www.majelistabligh.id -

Dalam pandangan Islam, rasa syukur adalah kunci utama untuk mencapai rasa cukup (qanaah) dan kebahagiaan hidup. Syukur tidak hanya sekadar mengucapkan Alhamdulillah, tetapi mengapresiasi setiap nikmat sekecil apa pun, yang kemudian akan membuahkan rasa cukup di dalam hati.

Berikut beberapa ayat Al-Qur’an dan hadis yang menjelaskan keterkaitan antara syukur dan rasa cukup:

Dasar Al-Qur’an

Syukur Menambah dan Mencukupkan Nikmat:

Surah Ibrahim Ayat 7 (Janji Penambahan Nikmat):

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat pedih.

Makna ayat ini adalah, syukur memicu bertambahnya nikmat, sehingga hamba tersebut merasa terpenuhi kebutuhan dan kecukupannya.

Surah An-Nahl Ayat 114 (Perintah Menikmati dan Bersyukur):

“Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya menyembah.”

Maknanya adalah perintah untuk menikmati pemberian Allah, dengan syukur akan melahirkan qanaah, tidak serakah, dan merasa cukup.

Surah Luqman Ayat 12 (Syukur untuk Diri Sendiri):

“…Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

Dasar Hadis:

Syukur Menciptakan Qanaah (Merasa Cukup) :

Hadis tentang Kekayaan Hati :

Dari Abu Hurairah ra, Nabi Muhammad saw bersabda:

“Kekayaan itu bukanlah dengan banyaknya harta, namun kekayaan itu adalah hati yang selalu merasa cukup (qanaah).” (HR. Bukhari & Muslim).

Rasa syukur adalah dasar dari sifat qanaah. Seseorang yang bersyukur akan melihat apa yang dia miliki, bukan apa yang tidak dia miliki, sehingga hatinya merasa cukup.

Dalam sebuah hadis ️untuk memperhatikan dan melihat ke bawah:

“Lihatlah kepada orang yang lebih rendah daripada kalian dan janganlah melihat kepada orang yang lebih di atas kalian. Yang demikian itu lebih layak agar kalian tidak meremehkan nikmat Allah kepada kalian.” (HR. Muslim).

Maknanya adalah metode praktis untuk bersyukur dan menciptakan rasa cukup.

Hadis tentang Bersyukur dalam Segala Keadaan:

Rasulullah SAW bersabda:

“Perkara yang dibawa oleh Malaikat Jibril kepada saya dari (Rabb) Tuhanku adalah sesungguhnya Dia berfirman, ‘Sesungguhnya Allah tidak akan melihat kepada kalian, bentuk tubuh kalian dan juga harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal-amal kalian’.” (HR. Muslim).

Kesimpulan, rasa syukur menciptakan rasa cukup karena:

  • Mengubah fokus: Dari berfokus pada kekurangan (ingkar) menjadi berfokus pada kelebihan (nikmat).
  • Menimbulkan ketenangan: Hati yang bersyukur merasa aman dan cukup dengan pemberian Allah.

Janji Allah bahwa syukur memicu penambahan nikmat yang membawa rasa tercukupi secara lahir dan batin.

Syukur akan menjadikan seseorang hamba yang syakur (sangat bersyukur) dan terhindar dari sifat tamak. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Search