SELASA hari ini adalah 364 hari, dan besok Rabu genap 365 hari dari tahun 2025 Masehi. In syaa Allah kita semua selalu sehat wal afiyaa dan diberi usia barakah menjalani kehidupan tahun 2026 Masehi, āamīin.
Menunggu adalah bagian paling sunyi dan kadang membosankan dari perjuangan.
Kita sudah melangkah, sudah berusaha, sudah berdoa, tetapi hasil belum juga hadir.
Hari-hari terasa berjalan lambat, sementara hati terus diuji, masih layakkah kita berharap?
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar : 53)
Ayat ini bukan hanya larangan, tetapi pelukan bagi hati yang hampir menyerah. Sebab putus asa bukan tanda lemahnya keadaan, melainkan lemahnya harapan kepada Allah.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam mengajarkan bahwa harapan adalah bagian dari iman. Selama napas masih ada, pintu pertolongan Allah belum pernah tertutup. Bisa jadi yang kita tunggu bukan ditunda, tetapi sedang dipersiapkan agar datang pada waktu yang paling tepat dan dalam bentuk yang paling menenangkan.
Pagi ini, bila penantian terasa panjang, jangan biarkan hati tenggelam dalam prasangka buruk kepada Allah. Ganti lelah dengan doa, ganti keluh dengan dzikir, dan ganti kekhawatiran dengan keyakinan.
Allah tidak pernah menyia-nyiakan air mata hambaNya. Tidak satu pun doa yang hilang. Semuanya dicatat, semuanya dijaga, dan semuanya akan kembali kepada kita dalam bentuk kebaikan.
Tetaplah berharap. Karena harapan yang dijaga dengan iman akan selalu menemukan jalannya pulang ke tujuan kita. “Tidak setiap yang kita inginkan merupakan kebutuhan kita, kadang hanya hawa nafsu yang memburu menjadikan hati jadi tersiksa.”
Saudaraku, panjang angan dan banyak ingin biasanya diri akan terbudak dunia. Sebenarnya tidak ada istilah keberuntungan dalam hidup. Kehidupan ini benar benar sudah diberikan sesuai pada porsinya. Selalu ada maksud dan tujuan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada takdir yang telah kita jalani.
Bukan salah kita terlahir dari keluarga yang punya banyak kurangnya. Bukan juga salah kita, lahir dengan kondisi yang kita sendiripun tidak menginginkannya.
Kita mampu menghadapi kondisi yang rumit saja, itu sudah menandakan bahwa kita adalah manusia yang hebat. Cukup tutup mata dari segala keindahan dunia yang mungkin saja akan menyakiti kita.
Kita hanya perlu berjalan pada sisi takdir Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Syukuri yang ada, jangan iri dengan hidup yang lain, dan jangan pernah menyerah pada takdir kita sendiri sekalipun itu mematahkan seluruh usaha kita.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” (QS.Al Baqarah : 286)
Mari kita syukuri apapun yg terjadi. Kita jalani dengan ikhlas lapang dada dan happy. Kita nikmati detik per detik kehidupan ini. Tanpa mengeluh, tanpa caci maki dan penuh kasih sayang dengan kelembutan.
Allahumma Sholli ‘Ala Sayyidina Muhammad, Wa ‘ala Aali Sayyidina Muhammad
Robbana Taqobbal Minna
Yaa Allah terimalah amalan kami, aamiin.
In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah. (fimdalimunthe55@gmail.com)
