Ta’alluq kepada Allah: Bergantung, Mengharap, dan Selalu Mengingat-Nya

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
Jurnalis Senior dan Aktivis Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Ta’alluq adalah istilah dalam bahasa Arab yang bermakna bergantung, melekat, bersandar, atau terikat erat.

Dalam konteks spiritual Islam, ta’alluq kepada Allah berarti kondisi hati yang senantiasa terhubung dan bersandar penuh kepada Allah SWT: tidak berharap kecuali kepada-Nya, tidak takut kecuali kepada-Nya, dan tidak mencari pertolongan kecuali dari-Nya.

1. Bergantung Sepenuhnya kepada Allah

Orang yang ta’alluq kepada Allah tidak menjadikan dunia, harta, jabatan, atau manusia sebagai sandaran utama. Ia meyakini sepenuhnya bahwa segala sesuatu hanya terjadi atas kehendak dan izin Allah.

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barangsiapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Taghabun: 11)

2. Mengharap Hanya kepada Allah

Ia tidak mengandalkan makhluk, karena tahu bahwa semua makhluk tak memiliki kuasa apa pun kecuali yang Allah kehendaki. Hanya Allah yang mampu memberi manfaat dan menolak mudarat.

“Dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.” (QS. Al-Insyirah: 8)

Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Jika kamu meminta, mintalah kepada Allah. Jika kamu memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah.” (HR. Tirmidzi, no. 2516)

3. Selalu Mengingat Allah

Hati yang ta’alluq selalu terhubung dengan Allah melalui zikir, doa, dan ibadah. Hubungan ini memberikan ketenangan jiwa dan kekuatan batin dalam menghadapi segala situasi.

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

Nabi Muhammad saw bersabda:

“Perumpamaan orang yang mengingat Tuhannya dan orang yang tidak mengingat-Nya seperti orang hidup dan orang mati.” (HR. Bukhari, no. 6407)

Dalil-Dalil yang Menguatkan Konsep Ta’alluq

“Jika Allah menolong kamu, maka tak ada yang dapat mengalahkanmu. Tetapi jika Allah membiarkan kamu, maka siapa lagi yang dapat menolong kamu selain dari-Nya?” (QS. Ali Imran: 160)

“Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (kebutuhannya).” (QS. At-Talaq: 3)

Ta’alluq dan Tawakkal: Apa Bedanya?

Ta’alluq mencakup keseluruhan keterikatan batin kepada Allah: cinta, takut, harap, percaya, dan bersandar.

Sedangkan tawakkal adalah bagian dari ta’alluq, yaitu aspek berserah diri kepada Allah dalam hal hasil setelah usaha dilakukan.

Ciri-Ciri Hati yang Ta’alluq kepada Allah

  • Tenang dalam kehilangan dan cobaan, karena percaya bahwa Allah Maha Mengatur.
  • Bahagia dalam ibadah, karena merasakan kedekatan dengan-Nya.
  • Tidak mudah tergoda oleh dunia, karena hatinya telah terikat pada akhirat.
  • Kuat dalam menghadapi ujian, karena yakin semua ada dalam rencana Allah.

Ta’alluq kepada Allah adalah inti dari tauhid, sekaligus pondasi dari ketenangan hidup. Semakin kuat ta’alluq seseorang, semakin ringan langkah hidupnya.

Sebab, hati yang bergantung kepada Allah tidak akan mudah goyah oleh guncangan dunia.

“Barang siapa menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka sungguh ia telah berpegang pada tali yang kokoh.” (QS. Luqman: 22)

Tinggalkan Balasan

Search