Taat dan Menjauhi Maksiat adalah Hakikat Syukur

*) Oleh : Ferry Is Mirza
Jurnalis senior dan aktivis Muhammadiyah
www.majelistabligh.id -

Syukur akan terus menambah nikmat dan membuat nikmat itu terus ada. Hakekat syukur adalah melakukan ketaatan dan menjauhi maksiat.

Ibnu Abid Dunya menyebutkan hadis dari ‘Abdullah bin Shalih, ia berkata bahwa telah menceritakan padanya Abu Zuhair Yahya bin ‘Athorid Al Qurosyiy, dari bapaknya, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

“Allah tidak mengkaruniakan syukur pada hamba dan sulit sekali ia mendapatkan tambahan nikmat setelah itu”.

Karena Allah Wa Ta’ala berfirman:

“Jika kalian mau bersyukur, maka Aku sungguh akan menambah nikmat bagi kalian.” (QS. Ibrahim: 7) 

Al Hasan Al Bashri berkata, “Sesungguhnya Allah memberi nikmat kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Jika seseorang tidak mensyukurinya, maka nikmat tersebut berbalik jadi siksa.” (HR. Al Baihaqi)

Oleh karenanya orang yang bersyukur disebut hafizh yaitu orang yang menjaga nikmat. Karena ia benar-benar nikmat itu terus ada dan menjaganya tidak sampai hilang.

Dalam hadis disebutkan:

“Sesungguhnya seseorang terhalang mendapatkan rezeki karena dosa yang ia perbuat.” (HR.IbnuMajah 4022)

In syaa Allah bermanfaat, silakan dishare untuk meraih pahala amal jariyah. || fimdalimunthe55@gmail.com

ismirzaf@gmail.com

 

Tinggalkan Balasan

Search