*)Oleh: Didik Hermawan, M.Pd
Guru AIK SMP Muhammadiyah 15 Surabaya
Libur sekolah telah usai, dan tahun ajaran baru 2025-2026 telah dimulai. Pada momentum tahun ajaran baru selalu membawa semangat dan harapan baru bagi seorang murid. Ini adalah waktu bagi seorang murid kembali beradaptasi dengan kegiatan pembelajaran di sekolah setelah menikmati liburan yang sangat panjang.
Tidak hanya bagi murid, pada momentum tahun ajaran baru ini penting bagi orangtua untuk menjadi suport system yang baik bagi anaknya. Inilah lembaran baru bagi seorang murid dalam proses pembelajaran, motivasi, dukungan, dan doa dari orangtua mampu menghantarkan seorang anak miniti jalan kesuksesan dimasa depan.
Bagi seorang murid mengawali tahun ajaran baru ini tentunya dengan menggelorakan semangat dalam menuntut ilmu, tentunya butuh self management (menejemen diri) dengan baik, harus tahu kapan waktunya belajar, kapan waktunya bermain, pengelolaan emosiemosi dengan baik, motivasi dalam belajar, dan kemandirian dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawab bagi seorang murid.
Tentunya dengan terus menggelorakan semangat dalam menuntut ilmu bagi seorang murid akan mampu menggapai cita-citanya. Ada sebuah maqalah dari Imam Syafi’i yang dinukil oleh Imam An-nawawi dalam muqadimah karya beliau al majmu’ fi Syarhil Muhazdab.
مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَ الأَخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ, وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
“Barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) dunia hendaklah dengan ilmu, barangsiapa yang menginginkan (kebahagiaan) akhirat hendaklah dengan ilmu. “
Dari maqalah tersebut pentingnya bagi seorang murid untuk menggelorakan semangat menuntut ilmu agar meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Menuntut ilmu sebenarnya usaha bagi seorang murid untuk mengubah dirinya lebih baik karena salah satu dasarnya menunjukan jalan kebenaran supaya manusia terhindar dari kebodohan. Hal ini senada dengan nasihat Imam Syafi’i dalam diwan-nya (buku catatan).
تَعَلَّمْ فَلَيْسَ الْمَرْءُ يُوْلَدُ عَالِمًا
“Belajarlah karena tidak seorangpun dilahirkan dalam keadaan berilmu”
Ilmu itu tidak datang dengan begitu saja. Setiap murid harus mengusahakan untuk terus belajar dan menuntut ilmu agar memperoleh pengetahuan. Ilmu itu ibarat cahaya yang mampu menerangi setiap kehidupan manusia, orang yang hidup tanpa ilmu, maka dia hidup didalam kegelapan/kebodohan. (*)
