Tahun baru itu adalah waktu bertemu antara alhamdulillah dan bismillah. Alhamdulillah atas semua yang terjadi, syukur atas semua nikmat yang telah diberi, sabar dengan ujian yang menghampiri, maafkan, do’akan dan ikhlashkan atas semua yang telah datang dan pergi.
Setelah itu bismillah untuk hidup yang baru. Hidup baru yang penuh ketaatan dan kebaikan. Hati baru yang penuh kelembutan. Jiwa baru yang penuh ketenangan.
Dalam Islam, tahun baru bukanlah pesta atau seremonial, melainkan momen muhasabah, waktu untuk refleksi, memperbaiki diri, sebagai simbol transformasi spiritual dan sosial.
Makna Tahun Baru dalam Islam
Muhasabah (introspeksi diri): Pergantian tahun dipandang sebagai pengingat bahwa usia berkurang dan kehidupan semakin dekat pada pertanggungjawaban di hadapan Allah.
Tidak ada ayat Al-Qur’an yang secara eksplisit menyebut “tahun baru” sebagai muhasabah. Namun, banyak ayat yang menekankan pentingnya introspeksi diri (muhasabah), yang kemudian dijadikan pedoman oleh ulama untuk memaknai pergantian tahun sebagai momentum refleksi.
Berikut beberapa ayat yang sering dikaitkan dengan muhasabah, terutama saat pergantian tahun:
1. QS. Al-Hasyr: 18
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Ayat ini menekankan pentingnya melihat kembali amal perbuatan sebagai bekal masa depan.
2. QS. Ar-Ra’d: 11
اِنَّ اللّٰهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتّٰى يُغَيِّرُوْا مَا بِاَنْفُسِهِمْۗ وَاِذَآ اَرَادَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْۤءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚوَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّالٍ
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
Muhasabah menjadi pintu perubahan; pergantian tahun bisa dijadikan momentum memperbaiki diri.
Penataan niat dan langkah: Tahun baru adalah kesempatan untuk menata kembali niat, memperbaiki amal, dan merancang kehidupan yang lebih bermakna. Mengajarkan refleksi dan penataan langkah untuk masa depan
Tahun Baru bukan momen pesta: Islam tidak mengenal pesta pergantian tahun. Fokusnya bukan pada kembang api atau euforia, melainkan pada doa, zikir, dan refleksi.
Ayat-ayat yang relevan:
1. QS. Al-Mu’minun: 115
اَفَحَسِبْتُمْ اَنَّمَا خَلَقْنٰكُمْ عَبَثًا وَّاَنَّكُمْ اِلَيْنَا لَا تُرْجَعُوْنَ
“Apakah kamu mengira bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud) dan kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?”
Hidup bukan untuk bersenang-senang tanpa tujuan, melainkan untuk persiapan kembali kepada Allah.
2. QS. Al-‘Ankabut: 64
وَمَا هٰذِهِ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَهْوٌ وَّلَعِبٌۗ وَاِنَّ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُۘ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ
“Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah senda gurau dan permainan. Sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya seandainya mereka mengetahui.”
Dunia bukan tempat pesta tanpa makna, tetapi ladang amal untuk akhirat.
Makna Praktis
* Tahun baru dalam Islam adalah momen refleksi, bukan pesta.
* Pergantian tahun mengingatkan bahwa umur berkurang, sehingga harus diisi dengan amal saleh.
* Pesta berlebihan yang melalaikan dari ibadah bertentangan dengan semangat ayat-ayat Al-Qur’an.
Tahun baru sejatinya adalah saat alhamdulillah menutup masa lalu dan bismillah membuka masa depan, dengan kesadaran penuh akan tujuan hidup sebagai hamba Allah. (*)
