Tak Berhenti di Syahadat, Membina Mualaf Hingga Berdaya Sosial Ekonomi

Suasana pengukuhan Mualaf Learning Center Muhammadiyah (MLC-M) di sela-sela kegiatan Syawalan 1447 H Muhammadiyah Sulsel di Makassar. (Foto: antara)
www.majelistabligh.id -

Muhammadiyah terus memperkuat peran dakwahnya dengan pendekatan yang lebih sistematis dan berkelanjutan. Melalui Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan, organisasi ini menghadirkan program pembinaan mualaf berbasis kelembagaan melalui Mualaf Learning Center Muhammadiyah (MLC-M).

Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PWM Sulsel Prof. Dr. Nurhidayat M Said di Makassar, Ahad (29/3/2026), menegaskan bahwa kehadiran MLC-M bukan sekadar program biasa, melainkan sebuah sistem pembinaan komprehensif.

“Tujuannya untuk menjawab kebutuhan pembinaan mualaf yang tidak berhenti pada proses pengislaman tetapi berlanjut pada pendampingan kehidupan keagamaan dan sosial,” kata dia.

MLC-M dirancang sebagai pusat pembelajaran yang tidak hanya memberikan pemahaman dasar tentang Islam, tetapi juga menjadi ruang pendampingan bagi mualaf dalam menjalani proses adaptasi sosial.

Pendekatan tersebut dinilai penting mengingat tantangan yang dihadapi para mualaf tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga sosial dan psikologis. Sebagai lembaga berbasis komunitas, MLC-M mengedepankan suasana inklusif yang memungkinkan para mualaf untuk belajar, bertanya, dan berkembang tanpa tekanan.

Model tersebut diharapkan mampu menciptakan rasa aman dan keberlanjutan dalam proses pembinaan.

Tidak Berhenti di Syahadat

Berbeda dengan pendekatan dakwah konvensional, MLC-M menekankan proses pembinaan tidak berhenti pada ikrar syahadat. Setelah menjadi mualaf, peserta akan mengikuti tahapan lanjutan yang mencakup pendidikan dasar Islam, pelatihan keterampilan hidup, hingga pendampingan psikologis dan sosial.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah untuk memastikan bahwa mualaf tidak berjalan sendiri dalam proses transformasi spiritualnya.

Tidak hanya fokus pada aspek keagamaan, MLC-M juga mengintegrasikan program pemberdayaan sosial dan ekonomi. Bantuan sosial, pendampingan usaha, hingga pelatihan dakwah lanjutan menjadi bagian dari strategi besar untuk menjadikan mualaf sebagai individu yang mandiri dan produktif.

Dengan pendekatan tersebut, Muhammadiyah ingin menghadirkan model pembinaan mualaf yang holistik, tidak hanya membina keimanan, tetapi juga memperkuat posisi mereka sebagai bagian aktif dalam masyarakat.

Langkah tersebut dinilai sebagai inovasi penting dalam dunia dakwah modern, sekaligus membuka peluang bagi model serupa untuk diterapkan secara lebih luas di berbagai wilayah Indonesia. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search