Tak Bersama Keluarga, Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Dilayani Penuh Kasih

www.majelistabligh.id -

Keterbatasan fisik dan ketiadaan pendamping bukan halangan bagi jemaah haji lansia, disabilitas, maupun yang sedang sakit untuk tetap merasakan hangatnya pelayanan selama menunaikan ibadah haji. Di Tanah Suci, mereka mendapatkan perhatian khusus dari petugas haji bidang Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama Jamaah Haji (PKP2JH).

Kasie Lansia dan Disabilitas PKP2JH Daerah Kerja (Daker) Madinah, Didit Sigit Kurniawan, menjelaskan bahwa jemaah yang tidak bersama keluarga atau pendamping akan langsung didata sebagai prioritas layanan.

“Saat jemaah tiba di hotel, kami tanyakan apakah bersama keluarga. Jika tidak, maka langsung kami masukkan dalam kategori perhatian khusus karena aktivitas harian mereka perlu bantuan,” jelas Didit, Sabtu (17/5/2025).

Tak Bersama Keluarga, Jemaah Haji Lansia dan Disabilitas Dilayani Penuh Kasih
Kasie Lansia dan Disabilitas PKP2JH Daerah Kerja (Daker) Madinah, Didit Sigit Kurniawan. (foto:afifun n/majelistabligh.id)

Pelayanan yang diberikan petugas pun bukan sekadar formalitas. Mulai dari memandikan, menyuapi makan, hingga mendorong kursi roda ke tempat ibadah dilakukan dengan tulus dan penuh kesabaran. Layanan ini berlaku 24 jam sesuai kebutuhan jemaah, dengan memperhatikan jenis kelamin agar jemaah tetap merasa nyaman dan terjaga kehormatannya.

Salah satu lansia yang menginap di Hotel Diyar Taiba, Sektor Khusus Madinah, contohnya, dibantu oleh petugas Sidik Mulyadi untuk mengganti pakaian dan makan. Sidik melayani jemaah layaknya orangtua sendiri, bahkan sambil mengajak mereka mengobrol agar hati tenang dan suasana lebih akrab.

Hal serupa dilakukan petugas perempuan Lailatul Fitria, yang kerap menemani jemaah lansia putri berbincang hingga mereka kembali semangat makan dan menjaga kondisi tubuh.

Di sisi lain, proses pendorongan jemaah dari Madinah menuju Makkah terdapat sedikit tantangan. Salah satunya adalah keterlambatan distribusi kartu Nusuk, identitas resmi jemaah yang dikeluarkan oleh otoritas Arab Saudi. Dengan kartu ini, jemaah dapat melanjutkan perjalanan ke Makkah atau mengikuti puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Ketua PPIH Arab Saudi Muchlis Hanafi menyebut ada sekitar 35 ribu kartu Nusuk yang belum terdistribusi. Sebagai langkah cepat, PPIH Daker Madinah menyiapkan hotel khusus sebagai tempat menunggu keberangkatan bagi jemaah yang terdampak.

Jemaah lansia yang tidak bersama keluarga di hotel ini juga tetap mendapat layanan khusus dari petugas PKP2JH. Meski jumlah petugas terbatas, semangat melayani tetap dijaga dengan sistem bergantian.

Pelayanan yang diberikan kepada jemaah lansia dan disabilitas bukan semata soal tanggung jawab, tapi wujud nyata cinta dan pengabdian kepada tamu-tamu Allah. Dalam suasana spiritual ibadah haji yang sakral, sentuhan kasih dari para petugas menjadi kekuatan bagi jemaah untuk menjalani setiap tahapan ibadah dengan tenang dan bermartabat.

“Kami anggap para jemaah ini seperti orangtua sendiri. Semoga kami juga bisa menjadi bagian dari kemabruran mereka,” ucap petugas Sidik Mulyadi. (afifun nidlom)

Tinggalkan Balasan

Search