Taman Pustaka Muhammadiyah sebagai Spirit Tradisi Ilmu

Taman Pustaka Muhammadiyah yang baru di launching. (ist)
www.majelistabligh.id -

Majelis Pustaka dan Informatika (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Soft Launching Taman Pustaka Muhammadiyah. Taman Pustaka ini merupakan manifestasi dari ayat yang menjadi wahyu utama Nabi Muhammad yaitu perihal “Iqra”, yaitu perintah untuk membaca, dan belajar.

Agenda ini digelar di Gedung PP Muhammadiyah, Jl. Ahmad Dahlan, Yogyakarta. Turut dihadiri Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Sayuti, Sekretaris MPI PP Muhammadiyah, Anam Sutopo, Wakil Ketua II MPI PP Muhammadiyah, Widyastuti, dan segenap jajaran MPI PP Muhammadiyah dan seluruh jajaran UPP lainnya.

“Sebetulnya yang lebih fundamental, lebih filosofis dari Taman Pustaka ini itu Iqra. Berkaca juga dari kampus-kampus di luar negeri, kita perlu mencontoh itu bahwa perpustakaan-perpustakaan mereka bisa buka sampai dengan 24 jam, jadi kita perlu melakukan ini supaya dapat memperluas akses masyarakat untuk membaca dan mengunjungi taman pustaka,” ujar Sayuti Senin sore (6/4/2026).

Sayuti juga menyarankan kepada pengelola taman pustaka agar dibuka rekrutmen volunteer untuk menambah sumber daya pengelolaan taman pustaka di masa depan. Tak lupa, ia juga mengingatkan pentingnya fasilitas sekitar yang lengkap untuk menunjang kenyamanan dan pelayanan untuk pengunjung Taman Pustaka yang berlokasi di PP Muhammadiyah Jl. KH Ahmad Dahlan.

“Dengan tujuan ini insyaallah perpustakaan PP bisa menjadi perpustakaan di Indonesia dengan durasi buka paling lama. Di Indonesia saya yakin masih banyak orang yang gila literasi dan kita harus fasilitasi itu,” ucapnya.

Terakhir, Sayuti berharap bahwa peresmian taman pustaka ini selaras dengan visi Muhammadiyah yang sustainable (berkelanjutan). Komitmen pengembangan taman pustaka ini merupakan satu bagian dari sejarah yang perlu dipelihara dan dijaga. Maka, Sayuti menghimbau bahwa buku, arsip dan dokumen bersejarah yang ada di Taman Pustaka perlu untuk terus bertambah dan terjaga kualitas maupun kuantitasnya.

“Semoga ikhtiar kita untuk menjaga literasi di lingkungan Muhammadiyah ini menjadi bagian dari amal ibadah dan amal saleh kita semua. Jadi kita tekankan sekali lagi bahwa Taman Pustaka ini harus menjadi pilar penting bagi literasi dan sejarah Muhammadiyah,” pungkas Sayuti. (*/tim)

 

Tinggalkan Balasan

Search