Cinta kepada Allah dan dicintai oleh Allah adalah dua hal yang harus menjadi tujuan utama setiap manusia, khususnya bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.
Meraih cinta Allah adalah keberkahan yang tiada tara, sebab dengan cinta-Nya, seorang hamba akan mendapatkan perlindungan, rahmat, dan petunjuk dalam kehidupannya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam hadis Qudsi:
“Mereka yang berteman satu sama lain karena Aku, berhak memperoleh cinta-Ku. Dan mereka yang saling membantu antara sesamanya karena Aku, berhak memperoleh cinta-Ku. Tidaklah seorang mukmin (pria atau wanita) yang berserah diri karena Allah atas kematian tiga orang dari antara anak kandungnya yang belum dewasa, kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam surga dengan limpahan rahmat-Nya.” (HR. Thabarani dalam kitab al-Ausath dan as-Shagir, dari ‘Amr dan ‘Anbasah RA)
Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan kemurahan dan kasih sayang-Nya menetapkan bagi orang-orang yang saling berkawan, bersahabat, dan mencintai satu sama lain dengan tulus ikhlas karena-Nya, untuk menerima cinta dan kasih sayang-Nya. Kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah bentuk limpahan nikmat yang diberikan-Nya, sebagaimana firman-Nya:
“Sesungguhnya Allah melimpahkan cinta kasih-Nya kepada orang-orang yang selalu bertaubat dan melimpahkan cinta kasih-Nya kepada orang-orang yang selalu mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah: 222)
Di ayat lain, Allah juga berfirman:
“Katakanlah (Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Ali ‘Imran: 31)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman dalam hadits Qudsi: ‘Barang siapa yang memusuhi kekasih-Ku, maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidaklah seorang hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai selain dari apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Tidaklah seorang hamba-Ku terus-menerus mendekatkan diri kepada-Ku dengan melakukan amalan sunnah, sehingga akhirnya Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya ia mendengar, Aku menjadi penglihatannya yang dengannya ia melihat, Aku menjadi tangannya yang dengannya ia memegang, dan Aku menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan. Jika ia meminta sesuatu kepada-Ku, pasti Aku kabulkan, dan jika ia memohon perlindungan kepada-Ku, pasti Aku lindungi.'” (HR. Al-Bukhari, 6502)
Siapa Saja yang Dicintai Allah?
Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang memiliki sifat-sifat tertentu yang menunjukkan ketakwaan dan kebaikan. Di antara mereka yang mendapatkan cinta Allah adalah:
- Orang yang Sabar
“Sesungguhnya Allah benar-benar mengasihi orang-orang yang sabar.” (QS. Ali ‘Imran: 145) - Orang yang Berjihad di Jalan Allah
“Sesungguhnya Allah mencintai mereka yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. As-Shaf: 4) - Orang yang Berlaku Adil
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. Al-Hujurat: 9) - Orang yang Bertawakal
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.” (QS. Ali ‘Imran: 159) - Orang yang Berbuat Baik
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195) - Orang yang Bertakwa
“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali ‘Imran: 76)
Bagaimana Cara Meraih Cinta Allah?
Untuk mendapatkan cinta Allah, seorang hamba harus senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya dengan cara:
- Melaksanakan Ibadah dengan Ikhlas
Menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh keikhlasan adalah salah satu cara utama untuk mendapatkan cinta-Nya. - Menjaga Hubungan dengan Sesama
Mencintai, membantu, dan bersahabat dengan sesama manusia karena Allah akan membuat seseorang lebih dekat dengan rahmat-Nya. - Memperbanyak Amal Sunnah
Selain menjalankan kewajiban, seseorang juga harus memperbanyak ibadah sunnah seperti shalat malam, puasa sunnah, dan membaca Al-Qur’an. - Bersabar dalam Ujian
Kesabaran dalam menghadapi cobaan dan tetap bertawakal kepada Allah menunjukkan keteguhan iman seorang hamba. - Bertobat dan Mensucikan Diri
Allah mencintai hamba yang senantiasa bertobat dan berusaha mensucikan diri dari dosa-dosa.
Kesimpulan
Mendapatkan cinta Allah adalah anugerah terbesar bagi seorang hamba. Dengan mengikuti petunjuk-Nya, menjalankan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya, seseorang dapat menjadi bagian dari orang-orang yang dikasihi oleh Allah.
Semoga kita semua dapat menyelesaikan perjalanan hidup ini dengan husnul khatimah dan memperoleh ridha serta cinta-Nya.
Aamiin yaa Rabbal ‘Aalamiin. (*)