Momentum Halalbihalal Keluarga Besar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wiyung yang digelar pada Ahad (12/4/2026), menjadi catatan sejarah penting. Bertempat di tengah kekeluargaan yang hangat, dilaksanakan pelantikan pengurus Pimpinan Cabang (Pimcab) 150 Tapak Suci Putra Muhammadiyah Wiyung.
Prosesi pelantikan dilakukan langsung oleh Drs.H.Mahfudz, Ketua Umum Pimpinan Daerah (Pimda) 06 Tapak Suci Kota Surabaya. Acara ini disaksikan oleh ratusan hadirin yang terdiri atas guru, karyawan, pengurus majelis, hingga jajaran Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Cabang Wiyung.
Pesan Tegas Ketua PCM Wiyung
Dalam sambutannya, Ketua PCM Wiyung, H. Suri Marzuki, S.E., memberikan amanat yang membakar semangat para pengurus baru. Ia menekankan bahwa menjadi pengurus Tapak Suci bukan sekadar soal keahlian bela diri, melainkan soal integritas dakwah.
“Kepada para pendekar yang telah dilantik sebagai pengurus, saya berharap kalian semua amanah, istikamah, dan berani melawan kebatilan. Tapak Suci harus hadir di garda terdepan dalam menegakkan amar makruf nahi munkar,” tegas Suri Marzuki penuh semangat.
Ia juga mengingatkan agar para kader tidak terlena dengan pencapaian yang ada. “Tidak boleh berpangku tangan dan berdiam diri di zona nyaman,” imbuhnya.
Lengkapi Kekuatan Ortom
Senada dengan hal tersebut, Penasehat Pimcab 150 Tapak Suci Wiyung, Ferry Yudi AS, menyampaikan rasa syukurnya atas pengukuhan ini. Menurutnya, dengan dilantiknya pengurus Tapak Suci, maka struktur Organisasi Otonom (Ortom) di lingkungan PCM Wiyung kini telah lengkap.
“Unsur Ortom di lingkungan PCM Wiyung telah lengkap. Saya berharap gaungnya dalam ber-Muhammadiyah mampu mewarnai dunia dakwah di bidang persilatan,” ujar Ferry.
Ferry juga menitipkan pesan agar prestasi yang diraih nantinya tetap berpijak pada nilai-nilai spiritual. “Berprestasilah dengan iman dan taqwa, dan bergemalah dengan iman dan taqwa pula,” pungkasnya.
Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan sesi ramah tamah dan halalbihalal. Kehadiran seluruh elemen Muhammadiyah se-Wiyung menunjukkan soliditas gerakan dakwah di wilayah Surabaya Barat, di mana Tapak Suci kini siap menjadi “perisai” sekaligus ujung tombak syiar Islam melalui seni bela diri. || Ferry Yudi AS
