Sejarah bukan sekadar deretan angka dan tanggal, melainkan manifestasi dari semangat dan ideologi yang diwujudkan dalam gerak nyata. Begitu pula dengan kelahiran Tapak Suci Putera Muhammadiyah (Tapak Suci) di lingkungan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wiyung, Kota Surabaya.
Kehadiran Tapak Suci menjadi babak baru dalam upaya memperkuat pilar dakwah melalui seni bela diri yang berlandaskan iman dan akhlak. Langkah pertama dimulai pada tanggal 9 Desember 2025. Ferry Yudi Antonis Saputro, S.H.I., M.Pd.I., C.STMI., yang merupakan Sekretaris pimpinan PCM Wiyung sekaligus Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM Kota Surabaya, secara resmi menginisiasi berdirinya cabang ini.
Inisiasi ini didorong oleh kesadaran akan pentingnya wadah bagi para pelajar dan kader Muhammadiyah di wilayah Wiyung untuk menempa fisik sekaligus mental spiritual secara terorganisir.
Pasca inisiasi, gerak organisasi melaju cepat dengan penyusunan struktur kepengurusan yang melibatkan berbagai unsur kader potensial. Puncaknya, pada 13 Desember 2025, bertempat di kawasan sejuk Sarangan, Magetan, Jawa Timur, seluruh jajaran pengurus Pimpinan Cabang Tapak Suci Wiyung resmi dilantik.
Momentum pelantikan di luar kota ini sengaja dipilih untuk membangun kedekatan emosional (bonding) antar pengurus sekaligus menyatukan visi dalam menggerakkan roda organisasi di masa depan.
Hampir satu bulan setelah pelantikan, tepatnya pada 7 Januari 2026, fajar baru bagi Tapak Suci Wiyung menyingsing. Latihan perdana dilaksanakan dengan penuh khidmat namun energik. Momentum ini menjadi istimewa karena tidak hanya dihadiri oleh pesilat, tetapi juga hadir Ketua PCM Wiyung H.Suri Marzuki, Kyai H.Noorhudawan, Abah Sadirun, Abah Sudarmo, Ketua Pimpinan Cabang Aisyiyah Wiyung Bunda Lunik, dan Kepala SD Muhammadiyah 15 Ustad Mationo.
Jug hadir Kepala SMP Muhammadiyah 17 Ustad HIdayat, Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jajar tunggal dan ketua PC TSPM Ustad Wawan Setiawan dan para kader terbaik muhammadiyah Wiyung, antara lain Pak Ali Shodiqin, Pak Sufyan Tsauri, Ibu Lisyi’amatil Labibah, Bapak Daniar WP, Bapak Azid, Bapak Ayub, Mbak Nurul dan Mbak Tiara
Dukungan lintas instansi juga terlihat dengan hadirnya perwakilan manajemen dari amal usaha pendidikan Muhammadiyah di Wiyung, yakni SD Muhammadiyah 15, SMP Muhammadiyah 17, dan SMA Muhammadiyah 9 Surabaya. Hal ini menegaskan bahwa Tapak Suci Wiyung hadir sebagai bagian integral dari sistem pendidikan karakter di bawah naungan Muhammadiyah.
Spiritualitas dan Kesehatan
Dalam sejarahnya, Tapak Suci Wiyung telah menetapkan identitas yang kuat. Salah satu ciri khas yang ditanamkan sejak latihan perdana adalah pelibatan angkatan senior dalam proses latihan fisik. Ferry, sang inisiator, menekankan bahwa kesehatan adalah amanah Allah SWT sesuai dengan spirit hadis tentang keutamaan mukmin yang kuat.
Materi pernafasan menjadi pondasi awal yang diajarkan, bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup, ketenangan jiwa, dan daya tahan tubuh para kader. Respon positif dari para pimpinan senior yang turut berlatih menjadi bukti bahwa Tapak Suci adalah sarana dakwah yang inklusif bagi semua usia.
Dengan jadwal rutin dua kali seminggu, Tapak Suci PCM Wiyung kini bersiap melangkah lebih jauh. Sejarah yang dimulai pada penghujung tahun 2025 ini diharapkan terus mengalir, melahirkan pendekar-pendekar yang tidak hanya tangguh secara fisik, namun juga cerdas dan bijak dalam akhlak, demi menyongsong kejayaan Indonesia Emas 2045.(*)
Temukan lebih banyak informasi. Follow Instagram kami di @majelistablighmedia
