Tasyakuran Wisuda 30 Juz, Ma’had Tahfidz Baiturahman Pungging Lahirkan Generasi Qur’ani Pertama

www.majelistabligh.id -

Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti Masjid Baiturahman, Pungging, Wojosari, Kabupaten Mojokerto, pada Ahad (4/5/2025), dalam acara tasyakuran wisuda Al-Qur’an 30 Juz yang digelar oleh Ma’had Tahfidz Baiturahman.

Dalam momen sakral ini, empat santri angkatan pertama berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 Juz dalam kurun waktu dua tahun.

Acara ini merupakan wisuda pertama sejak berdirinya Ma’had Tahfidz Baiturahman, dan menjadi tonggak penting bagi komunitas Muslim di wilayah tersebut, khususnya warga Muhammadiyah.

Ketua Takmir Masjid Baiturahman Abdul Wachid menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya wisuda ini.

Dia mengungkapkan bahwa pendirian Ma’had Tahfidz berawal dari keprihatinan terhadap minimnya kader imam masjid di lingkungan sekitar.

“Awalnya kami merasa prihatin karena banyak masjid kekurangan kader imam. Dari keprihatinan itulah kami berunding bersama beberapa anggota takmir dan akhirnya sepakat mendirikan Ma’had Tahfidz Al-Qur’an. Angkatan pertama berjumlah 16 orang, dan hari ini, empat di antaranya berhasil menghafal 30 Juz. Ini adalah wisuda pertama kami, alhamdulillah,” ujar Wachid dengan penuh haru.

Pembina Ma’had Tahfidz, Ustaz Baitul Ma’num, Lc., M.A., dalam sambutannya menyatakan kebahagiaannya atas keberhasilan para santri. Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan menghafal Al-Qur’an merupakan bagian dari ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah serta upaya melahirkan generasi Qur’ani yang mumpuni.

“Alhamdulillah, mudah-mudahan para santri ini diberikan keberkahan dengan menghafal Al-Qur’an. Di Ma’had ini sebenarnya sudah ada dua penghafal Al-Qur’an sebelumnya, yakni Ustaz Bayu dan Ustaz Lafin. Namun, masih banyak imam masjid yang bacaannya perlu diperbaiki. Maka kami sangat berharap, putra-putri warga Muhammadiyah mau menjadi penghafal Al-Qur’an,” tuturnya.

Dukungan terhadap Ma’had Tahfidz ini juga datang dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Mojokerto.

Wakil Ketua PDM Ustaz Maslikhan menyampaikan apresiasinya atas capaian para santri.

Dia menegaskan bahwa Muhammadiyah akan mendukung program-program tahfidzul Qur’an di daerah ini.

“Kami bangga dengan kegiatan wisuda 30 Juz ini. Kami akan berupaya menyebarluaskan informasi kepada masyarakat agar semakin banyak warga Muhammadiyah yang mau menghafal Al-Qur’an di Ma’had Tahfidz Baiturahman ini,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PWM Jawa Timur, Dr. M. Sholihin Fanani memberikan ucapan selamat dan dorongan semangat kepada para wisudawan dan seluruh pengelola Ma’had.

“Kami mengucapkan selamat dan sukses atas wisuda 30 Juz. Semoga ilmunya semakin bermanfaat dan penuh berkah,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Sholihin juga mengingatkan pentingnya berinteraksi secara komprehensif dengan Al-Qur’an, sebagaimana yang diajarkan oleh pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan.

“Kewajiban kita terhadap Al-Qur’an sebagaimana diajarkan KH. Dahlan ada empat, yaitu mempelajari, memahami, mengamalkan, dan mendakwahkan. Kami berharap ke depan wisuda bisa dilaksanakan tidak hanya untuk santri yang hafal 30 juz, tetapi juga bagi mereka yang hafal 10 juz dan 20 juz, agar bisa memotivasi santri lainnya,” tambahnya.

Dia juga mengusulkan agar Ma’had Tahfidz ini mengembangkan program TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an) untuk kalangan dewasa seperti bapak-bapak dan ibu-ibu. Dengan demikian, atmosfer belajar Al-Qur’an akan semakin semarak dan merata di semua kalangan usia.

Sholihin mengajak masyarakat untuk mendukung program ini, baik dengan menitipkan putra-putrinya ke Ma’had, maupun dengan mendoakan keberkahan lembaga ini.

Dia juga menggarisbawahi bahwa Ma’had Tahfidz Baiturahman dikelola secara gratis, sebagai bentuk dedikasi sosial dan dakwah Muhammadiyah di bidang pendidikan Al-Qur’an.

“Ma’had ini gratis, jadi kami berharap semakin banyak warga Muhammadiyah di sekitar Pungging dan Mojokerto yang tertarik untuk mondok di sini,” tegasnya.

Acara ditutup dengan pembacaan doa dan pemberian penghargaan kepada para wisudawan.

Momen ini menjadi penanda bahwa Ma’had Tahfidz Baiturahman tidak hanya menjadi pusat pendidikan Qur’ani, tetapi juga titik awal kebangkitan kader-kader imam yang berilmu dan berakhlak mulia untuk masa depan umat. (msf/wh)

Tanggapan

  1. Alhamdulillah, semoga ma’had Baiturrahman terus bisa berhidmad pada lingkungan sekitar dan Muhammadiyah pada umumnya, serta Semoga, para wisudawan bermanfaat ilmunya dan diberi kemampuan Allah untuk istiqomah selalu “membawa” Al Qur’an dalam kehidupan nya, terima kasih Ust Wahid, Ust lafin dan para pengasuh atas bimbingannya semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda, Jazakumullah Khoiron Katsir

Tinggalkan Balasan

Search