Tausiyah di RRI Surabaya: Bersihkan Diri Sambut Bulan Suci

www.majelistabligh.id -

RRI Surabaya menggelar tausiyah dalam rangka menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1446 H di ruang Galeri Tri Prasetya, RRI Surabaya, pada Rabu (26/2/2025). Tausiyah kali ini mengangkat tema “Bersihkan Diri Sambut Bulan Suci” yang disampaikan oleh Afifun Nidlom, S.Ag, M.Pd, M.H, selaku Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Jawa Timur.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Nidlom, yang pada kesempatan ini mengenakan imamah seperti KH. Ahmad Dahlan, banyak memberikan penjelasan tentang persiapan yang perlu dilakukan oleh setiap muslim dalam menyambut datangnya bulan Ramadan.

“Ibarat menyambut tamu, kita perlu melakukan persiapan dengan penuh semangat, seperti saat kita diberitahu bahwa Presiden ingin mengunjungi rumah kita,” ujarnya.

Dalam ceramahnya, Ustaz Nidlom menekankan pentingnya persiapan mental dan fisik untuk menyambut bulan penuh berkah ini.

“Jika Anda diberi telepon oleh teman, kira-kira apa yang Anda persiapkan?” tanyanya kepada jemaah.

“Paling menyiapkan makanan dan souvenir,” jawab Rizal, salah satu jamaah.

Mendapatkan jawaban tersebut, dengan senyum khasnya, Ustaz Nidlom menjelaskan bahwa persiapan Ramadan tidak hanya soal materi, seperti makanan dan minuman, tetapi yang lebih penting adalah mengisi bulan Ramadan dengan berbagai amal saleh. Salah satunya adalah membaca Al-Qur’an, yang merupakan amalan utama yang harus dilakukan.

“Walaupun membaca Al-Qur’an dengan suara kurang lancar, itu justru mendapatkan apresiasi positif dari Allah SWT. Daripada bisa lancar membaca tetapi tidak pernah membaca Al-Quran,” ujarnya.

Selama kurang lebih satu jam, Ustaz Nidlom berhasil memukau para pegawai RRI Surabaya dengan gaya ceramah yang tegas, namun diselingi dengan lelucon segar yang mengundang tawa.

Usai tausiyah, Afifudin Nidlom mengungkapkan bahwa momen datangnya Bulan Ramadan seharusnya menjadi refleksi bagi masyarakat Indonesia untuk memperbaiki diri.

“Untuk setiap individu yang sudah mantap dalam keimanannya, pasti akan berserah diri dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Ini adalah harapan di bulan suci tahun ini,” ujarnya.

Menurut Ustaz Nidlom, masyarakat perlu lebih tegas dan memiliki tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik, terutama di tengah situasi kehidupan yang semakin kompleks.

“Menjadi mukmin itu tidak hanya mengikuti arus, setiap individu harus meningkatkan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,” tambahnya.

Bulan Suci Ramadan 1446 H diharapkan menjadi momen bagi masyarakat untuk lebih bijaksana dalam membuat keputusan, melanjutkan hal-hal positif, dan meninggalkan keburukan. (abdul wahab)

Tinggalkan Balasan

Search