Teman Dunia yang Menyelamatkan di Akhirat

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Di era modern ini, di mana fitnah dan godaan begitu mudah menyergap hati, keberadaan sahabat yang shalih bukan sekadar kebutuhan—ia adalah anugerah dan penyelamat jiwa.

Sahabat saleh tidak hanya menjadi teman untuk berbagi tawa, tetapi lebih utama lagi, mereka menjadi penuntun agar langkah kita senantiasa berada di jalur kebenaran.

Keutamaan Sahabat Saleh

1. Pengingat saat Lalai

Saat hati mulai goyah dan ibadah terasa berat, sahabat shalih dengan lembut akan mengingatkanmu kepada kewajiban. Mereka membangunkan dirimu untuk bangun tahajud, mengajakmu berdzikir ketika hati sempat kosong, dan menasihati saat amalan mulai menurun.

2. Pendamping dalam Ketaatan

Ketaatan menjadi lebih semangat ketika dilalui bersama. Sahabat shalih mendorongmu untuk hadir berjamaah di masjid, mengikuti kajian ilmiah, atau berpuasa sunnah. Bersama mereka, ibadah terasa lebih ringan dan penuh keberkahan.

3. Pendoa yang Tulus

Bukankah indah ketika seseorang menangis dalam doanya untuk kita? Sahabat shalih mendoakan keselamatan dunia dan akhiratmu, memohonkan ampunan atas segala khilafmu, serta memanjatkan permohonan agar engkau teguh di jalan-Nya.

4. Pintu Menuju Surga

Mereka yang senantiasa mendorong kita berbuat baik dan menjauhkan diri dari maksiat, bisa menjadi sebab Allah mengangkat derajat kita hingga ke surga. Rasulullah saw bersabda:

“Seseorang berada di atas agama temannya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian melihat dengan siapa ia berteman.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

5. Kunci Pembuka Kebaikan

Ada orang yang menjadi “kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan.” Artinya, melalui pergaulan dengan orang tersebut, rahmat dan pintu kebaikan terbuka lebar. Rasulullah saw bersabda:

“Sesungguhnya di antara manusia ada yang menjadi kunci pembuka kebaikan dan penutup keburukan… Maka beruntunglah orang yang Allah jadikan sebagai kunci kebaikan di tangannya.” (HR. Ibnu Majjah)

6. Syafaat di Yaumil Kiamat

Betapa mulianya sahabat shalih. Di hari kiamat, penghuni surga akan memohon syafaat untuk saudara-saudara mereka yang juga berbuat baik bersama, namun belum berhasil masuk surga. Allah berfirman:

“Mereka (penghuni surga) berkata: ‘Ya Rabb kami, sesungguhnya kami memiliki saudara-saudara yang shalat bersama kami, berpuasa bersama kami, dan berhaji bersama kami. Tapi mereka tidak bersama kami (di surga).’ Maka Allah berfirman: ‘Pergilah dan keluarkan mereka yang kalian kenal dari api neraka.’” (HR. Bukhari)

Firman Allah tentang Sahabat di Hari Kiamat

Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā mengingatkan:

“Teman-teman akrab pada hari itu (kiamat) sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az‑Zukhruf: 67)

Ayat ini mengingatkan betapa pentingnya memilih sahabat yang dapat menjaga kita agar tetap bertakwa. Sahabat yang shalih akan senantiasa menuntun pada ketakwaan, bukan menjerumuskan pada maksiat.

Cara Menemukan dan Memelihara Persahabatan Saleh

1. Rajin Mengikuti Majelis Ilmu

Di sana engkau akan bertemu dengan orang-orang yang haus ilmu dan mengutamakan amal. Saling menasehati dalam kebaikan terjalin secara alamiah.

2. Terlibat dalam Kegiatan Sosial Islami

Melalui dakwah, bakti sosial, atau pengajian rutin, persaudaraan tumbuh kuat dan landasan iman kian kokoh.

3. Saling Bertanya tentang Kebaikan

Jangan sungkan meminta saran: “Teman, amalan apa yang sedang kau perkuat?” atau “Bagaimana cara memperbaiki kualitas shalat kita?”

4. Menjaga Silaturahmi

Sering-seringlah saling berkunjung, berkirim buku ilmu, atau mengirimkan tausiyah singkat via pesan. Jarak jauh pun bisa dirajut lewat teknologi.

Dunia ini hanya persinggahan singkat; akhiratlah tujuan hakiki. Oleh karena itu, jangan hanya mencari teman yang membuatmu nyaman secara duniawi, tetapi carilah sahabat yang menuntunmu menuju rahmat dan surga-Nya.

Semakin banyak sahabat shalih, semakin ringan beban perjalanan spiritual di hari akhir nanti.

“Bertemanlah dengan orang-orang yang akan membawamu lebih dekat kepada Allah, bukan dengan mereka yang justru menjauhkanmu dari-Nya.”

Semoga Allah mempersatukan kita dalam ikatan ukhuwah yang membawa keberkahan di dunia dan akhirat. Aamiin. (*)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Search