Tempat tinggal di surga digambarkan sebagai tempat yang sangat indah, luas, dan kekal. Terbuat dari emas, permata, dan bahan mulia lainnya, dengan sungai-sungai mengalir di bawahnya. Surga memiliki berbagai tingkatan (seperti Firdaus, Jannatul Ma’wa) bagi penghuni yang beriman dan beramal saleh, di mana penghuni akan langsung mengetahui tempat tinggalnya. Amalan untuk mendapatkan tempat tinggal di surga adalah sebagaimana hadis berikut
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ وَرَاحَ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ نُزُلَهُ مِنْ الْجَنَّةِ كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ
Dari Abu Hurairah dari Nabi SAW bersabda: “Barangsiapa datang ke masjid di pagi dan petang hari, maka Allah akan menyediakan baginya tempat tinggal yang baik di surga setiap kali dia berangkat ke masjid di pagi dan petang hari.” (HR Bukhari No: 622)
Allah SWT mencintai hamba-Nya yang menjadikan masjid sebagai pusat ibadah dan kehidupan. Pergi dan pulang ke masjid pada setiap salat fardhu bagi lelaki di samping majelis ilmu secara konsisten, mencerminkan sifat istiqamah yang membawa keberkatan hidup. Orang yang pagi dan petang hari sentiasa ke Masjid, Allah akan menyediakan untuknya tempat tinggal yang baik di surga.
Hadis ini memperlihatkan betapa murahnya ganjaran Allah kepada hamba-Nya yang sentiasa berulang-alik ke masjid. Setiap langkah ke masjid bukan sekadar memenuhi kewajiban, bahkan membuka ruang sambutan kehormatan di surga. Ia mendidik umat Islam agar menjadikan masjid sebagai nadi kehidupan beragama dan medan pembentukan iman yang berterusan.
Perbedaan di surga: Ada berbagai tingkatan, ada yang di pinggir, tengah, dan tinggi, tergantung amalannya. Bahkan orang yang miskin di dunia tapi sabar dan beriman bisa punya rumah di surga
Golongan yang mendapat naungan di sisi Allah di hari kiamat ialah yang hatinya senantiasa tertambat di masjid karena memakmurkan masjid, sesuai dengan hadis Rasulullah saw:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ تَعَالَى فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ…. وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ…..
“Tujuh golongan manusia yang dilindungi Allah di hari yang tidak ada perlindungan pada hari kiamat melainkan perlindungan Allah: …….. lelaki yang hatinya sentiasa tertambat kepada masjid…” (HR Bukhari No: 620)
Keuntungan ke masjid untuk salat berjamaah sangat besar, di samping dijanjikan rumah di surga, dihapus dosa dan ditinggikan derajat dengan setiap langkah. Juga mendapatkan pahala berlipat ganda 27 kali lipat dibanding salat di rumah, cahaya di hari kiamat, dilindungi malaikat, dan dikabulkan doa-doa, yang semuanya mengantarkan pada ridha Allah dan kehidupan akhirat yang lebih baik. (*)
