Teologi Al-‘Ashr: Spirit Dakwah dan Gerak Berkemajuan Muhammadiyah

*) Oleh : Warnoto, S.M
Alumni AMM Zona Pantura
www.majelistabligh.id -

Coba kita renungi surah di bawah ini:

وَالْعَصْرِ ۝ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۝ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr: 1–3)

Surah Al-‘Ashr merupakan salah satu surah terpendek dalam Al-Qur’an, namun memiliki kandungan makna yang sangat dalam dan mendasar. Surah ini tidak hanya berbicara tentang waktu, tetapi juga memberikan peta jalan keselamatan hidup manusia. Allah SWT menegaskan bahwa seluruh manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang mengisi hidupnya dengan iman, amal saleh, dakwah kebenaran, dan kesabaran.

Bagi Muhammadiyah, Surah Al-‘Ashr bukan sekadar bacaan dalam shalat atau hafalan semata. Sejak awal berdirinya, K.H. Ahmad Dahlan menjadikan Al-‘Ashr sebagai ruh gerakan dakwah. Surah ini diajarkan berulang-ulang agar tidak berhenti pada pemahaman teks, tetapi melahirkan kesadaran untuk bergerak, beramal, dan berkhidmat di tengah masyarakat.

Teologi Al-‘Ashr Muhammadiyah menegaskan bahwa iman harus dibuktikan dengan kerja nyata. Keislaman tidak cukup diwujudkan dalam ibadah individual, tetapi harus hadir dalam bentuk amal sosial yang memberi manfaat luas. Dari semangat inilah lahir berbagai amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan umat sebagai wujud dakwah bil-hal.

Selain iman dan amal saleh, Al-‘Ashr juga mengajarkan pentingnya dakwah pencerahan melalui saling menasihati dalam kebenaran. Dakwah Muhammadiyah diarahkan untuk mencerdaskan, membebaskan, dan memajukan umat dengan cara yang santun, berilmu, dan berakhlak. Di tengah dinamika masyarakat yang terus berubah, dakwah kebenaran harus disampaikan dengan hikmah dan keteladanan.

Lebih dari itu, Surah Al-‘Ashr mengingatkan pentingnya kesabaran dalam perjuangan. Gerak dakwah dan amal sosial tidak selalu berjalan mulus. Tantangan, keterbatasan, dan perbedaan pandangan adalah bagian dari dinamika dakwah. Kesabaran menjadi kunci agar gerakan tetap istiqamah dan berkelanjutan.

Melalui tulisan ini, diharapkan nilai-nilai Teologi Al-‘Ashr dapat kembali dihadirkan sebagai pengingat bahwa waktu adalah amanah, iman adalah fondasi, amal adalah bukti, dakwah adalah tanggung jawab, dan kesabaran adalah kekuatan. Semoga semangat Al-‘Ashr terus menggerakkan warga Muhammadiyah untuk berperan aktif membangun masyarakat yang berkeadaban dan berkemajuan.

Nasrumminallah…

Tinggalkan Balasan

Search