Meski pihak Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) berkali-kali menyatakan bahwa pelaporan terhadap Pandji Pragiwaksono tidak mewakili sikap organisasi dan telah disiarkan berbagai platform media, tetapi Polda Metro Jaya tetap akan memanggil kedua ormas Islam besar tersebut. Pemanggilan itu untuk klarifikasi sekaligus memastikan status pelapor dalam kasus tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto menyatakan, bahwa klarifikasi diperlukan untuk memastikan apakah Rizki Abdul Rahman Wahid (RARW), pelapor yang mengaku Presidium Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah, benar mewakili organisasi terkait.
“Tentunya kapasitas pelapor ini juga akan diklarifikasi kepada kedua organisasi tersebut,” ucap Budi, Selasa (13/1/2026).
Sejak pelaporan itu ditulis media, Muhammadiyah maupun NU sudah memastikan bahwa hal ini sama sekali bukan mewakili organisasi. “Kalau representasi PBNU jelas tidak,” kata Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla seperti dikutip laman resmi PBNU.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga merespons bahwa tindakan yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah bukan sikap resmi maupun mandat dari Persyarikatan Muhammadiyah. “Muhammadiyah menegaskan bahwa setiap pernyataan dan tindakan yang mengatasnamakan Persyarikatan bukan merupakan sikap resmi kecuali disampaikan oleh pimpinan yang berwenang sesuai AD/ART,” demikian yang diunggah akun X @muhammadiyah.
“Muhammadiyah senantiasa menjunjung etika, keadaban publik, serta penyelesaian persoalan secara arif, bijaksana, dan konstruktif.”
Selain Muhammadiyah dan NU untuk dimintai klarifikasi, Polda Metro Jaya juga akan meminta keterangan ahli terkait laporan terhadap komika Pandji Pragiwaksono (PW). Keterangan ahli dibutuhkan guna menentukan batasan antara kebebasan berekspresi, seni di ruang publik, dan ketentuan pidana.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menyampaikan penyidik telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap para pelapor.
“Sehubungan dengan pelaporan terhadap saudara P, hari ini (Senin, 12 Januari 2026), kami jadwalkan melakukan pengambilan keterangan terhadap para pelapor. Kemudian kami juga terus melakukan permintaan keterangan dengan para ahli,” kata Iman.
Iman menegaskan, alat bukti yang dikumpulkan tidak hanya dari pelapor, tetapi juga dari penyidik sendiri, untuk memastikan proses hukum berjalan transparan dan berimbang. Setidaknya ada tiga barang bukti, termasuk satu flashdisk berisi video, dokumen tangkapan layar percakapan, dan foto-foto, yang sedang diolah agar sahih dan bisa dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Pandji Pragiwaksono mengaku tidak menyesal menayangkan spesial show stand up comedy bertajuk Mens rea di Netflix. Pernyataan tersebut disampaikan Pandji Pragiwaksono saat melakukan siaran langsung di Instagram sambil menjawab pertanyaan warganet terkait penayangan Mens rea. Show Mens rea itu digelar di Indonesia Arena, Senayan pada 30 Agustus 2025 dan disiarkan secara digital pada 27 Desember 2025. (*/nun)
