Pelaksanaan ibadah haji 1446 H/2025 M mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, termasuk dari Anggota Amirul hajj, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman. Ia menilai pelaksanaan haji tahun ini berjalan lebih tertib, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi jemaah haji Indonesia.
“Saya terlibat langsung untuk melihat prosesnya. Dari mulai kedatangan di Jeddah atau Madinah hingga pelaksanaan ibadah di Makkah, Wukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, hingga ke Mina — semuanya berjalan lancar,” ujar Jenderal Dudung di Makkah, Rabu (11/6/2025).
Menurut Jenderal Dudung, jemaah haji Indonesia menunjukkan sikap yang tertib dan mudah diarahkan, yang menjadi kunci keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Ia menyebut para petugas mampu melayani jemaah secara optimal berkat kerjasama yang baik.
“Jemaah kita mudah diatur. Ini sangat membantu kelancaran ibadah mereka,” ungkapnya.
Dudung juga menyoroti perhatian yang besar dari Pemerintah Arab Saudi kepada jemaah Indonesia, khususnya selama masa puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Ia menyebut adanya tenda cadangan, kendaraan tambahan, hingga rumah sakit darurat sebagai bentuk antisipasi maksimal.
“Semua itu disiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat. Ini bentuk perhatian yang luar biasa dari pemerintah Saudi,” tuturnya.
Mengenai sebagian jemaah yang memilih berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina, Jenderal Dudung menilai hal itu lebih disebabkan karena terdorong melihat jemaah dari negara lain yang juga berjalan.
“Padahal kalau menunggu transportasi, sebenarnya akan sampai lebih cepat,” jelasnya.
Dalam pengamatannya langsung di lapangan, Jenderal Dudung mengaku banyak mendapati jemaah merasa puas dengan layanan haji tahun ini.
“Saya tanya langsung ke jemaah. Rata-rata mereka mengatakan puas dengan layanan haji tahun ini,” ungkapnya.
Salah satu faktor utama keberhasilan, menurut Jenderal Dudung, adalah aturan ketat yang diterapkan pemerintah Arab Saudi, khususnya dalam pengaturan arus jemaah.
“Kini tidak sembarang orang bisa masuk ke Makkah, apalagi Arafah, Muzdalifah dan Mina. Ini membuat pengaturan transportasi dan konsumsi jadi lebih tertib,” katanya.
Jenderal Dudung menyampaikan terima kasih dan penghargaan khusus kepada seluruh petugas haji yang telah bekerja dengan penuh dedikasi — mulai dari mahasiswa, personel TNI/Polri, hingga tenaga lapangan.
“Mereka menghadapi tantangan besar: membantu jemaah tersesat, mengurus jemaah sakit, bahkan membantu jemaah bertemu kembali dengan keluarganya,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah memberikan penghargaan khusus atas kerja keras para petugas ini.
Jenderal Dudung juga berharap agar penyelenggaraan haji tahun-tahun mendatang semakin baik, dengan sistem yang semakin rapi dan layanan yang semakin manusiawi.
“Semoga ke depan, ibadah haji kita semakin lancar, aman, dan memberikan kenyamanan penuh bagi jemaah. Kita doakan agar semua jemaah meraih haji yang mabrur,” pungkasnya. (afifun nidlom)
