*)Oleh: Sigit Subiantoro
Anggota Majelis Tabligh PDM Kabupaten Kediri
Pesan tersebut mengingatkan kita untuk tetap melaksanakan salat, bahkan ketika sedang merasa kurang khusyu atau nikmat dalam ibadah. Tetaplah salat karena kita tidak pernah tahu di rakaat atau ayat mana Allah akan melimpahkan rahmat.
Firman Allah,
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَا نْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَا عْفُ عَنْهُمْ وَا سْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَ مْرِ ۚ فَاِ ذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ
“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.”
(QS Ali ‘Imran : 159)
Pesan ini menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam menjalankan ibadah salat, meskipun kadang rasa nikmat atau khusyu dalam ibadah tersebut terasa kurang. Hal ini didasarkan pada beberapa alasan. Kita tidak pernah tahu kapan Allah akan memberikan rahmat dan kelembutan hati kepada kita. Rahmat tersebut bisa datang pada rakaat salat tertentu, atau melalui ayat AlQuran yang kita baca.
Dengan tetap melaksanakan salat, kita menjaga rutinitas ibadah, dan terhindar dari meninggalkan kewajiban agama.
Salat, sebagaimana disebutkan dalam Al Qur’an, dapat mencegah seseorang dari perbuatan keji dan mungkar. Salat adalah cara berkomunikasi dengan Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Pesan tersebut merupakan pengingat untuk tetap istikamah dalam menjalankan salat, meskipun kadang rasa khusyu atau nikmat dalam ibadah tersebut kurang terasa. Dengan menjaga konsistensi, kita berharap Allah akan melimpahkan rahmat dan keberkahan-Nya kepada kita.
Barakallahu fiikum. (*)
