Tidak Menyimpang Sejengkal pun: Seni Menjaga Istikamah

*) Oleh : Ferry Is Mirza DM
www.majelistabligh.id -

Segala puji bagi Allah yang telah menunjukkan kita kepada jalan takwa. Kita diperintahkan untuk bertakwa kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (QS. Ali Imran: 102)

Pagi ini, tema yang diangkat adalah pentingnya istikamah, yakni tetap konsisten di atas jalan yang lurus, dengan berpegang teguh pada ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah, serta bagaimana cara agar kita dimudahkan dalam menjaganya.

Ayat-ayat Al-Qur’an tentang Istikamah

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Tuhan kami ialah Allah’, kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak pula bersedih hati.” (QS. Al-Ahqaf: 13)

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: ‘Rabb kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: ‘Janganlah kamu takut dan janganlah bersedih; dan bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu’.” (QS. Fushshilat: 30)

“Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu, dan (juga) orang yang telah bertaubat bersamamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Hud: 112)

Hadis tentang Istikamah

Dari Abu ‘Amr – atau yang dikenal juga sebagai Abu Amrah – dikisahkan:

Aku berkata: “Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku satu perkataan dalam Islam yang aku tidak perlu bertanya tentangnya kepada siapa pun selainmu.”
Nabi bersabda: “Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian istikamahlah.” (HR. Muslim no. 38)

Tiga Poin Penting dari Hadis

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan tiga pelajaran dari hadis tersebut:

1. Kurangnya dalam menjalankan kewajiban menunjukkan penyimpangan.

Ketika seseorang meninggalkan kewajiban atau melakukan hal yang haram, maka dia tidak sedang berada dalam kondisi istikamah.

2. Evaluasi diri secara jujur.

Jika kita merasa telah istiqamah, bersyukurlah kepada Allah. Jika belum, maka segeralah kembali ke jalan-Nya.

3. Istikamah mencakup seluruh aspek amal.

Mengakhirkan salat hingga keluar waktunya, enggan membayar zakat, merusak kehormatan orang lain, serta menipu dalam jual beli—semuanya adalah tanda bahwa seseorang belum istiqamah.

Tiga Kiat Agar Tetap Istikamah

Berikut adalah tiga cara utama agar kita bisa terus istiqamah di atas jalan yang benar:

1. Bersahabat dengan Orang Saleh

Dari Abu Musa RA, Rasulullah SAW bersabda:

“Perumpamaan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Jika engkau tidak mendapatkan minyak wangi darinya, minimal engkau mencium aromanya. Adapun pandai besi, jika engkau tidak terbakar olehnya, engkau bisa terkena bau tidak sedapnya.” (HR. Bukhari no. 2101)

2. Rajin Menghadiri Majelis Ilmu

Dalam hadis Muslim dari Abu Hurairah RA, disebutkan bahwa Allah mengampuni seseorang yang hanya ikut duduk di majelis ilmu meskipun dia banyak berbuat dosa. Allah berfirman:

“Mereka adalah kaum yang tidak akan celaka orang yang duduk bersama mereka.”

3. Memperbanyak Doa

Allah SWT mengajarkan doa:

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi karunia.” (QS. Ali Imran: 8)

Rasulullah saw juga sering berdoa:

“Allahumma musharrifal quluub, sharrif quluubanaa ‘ala thoo’atik.”
(Ya Allah, Zat yang membolak-balikkan hati, arahkanlah hati kami agar tetap taat kepada-Mu). (HR. Muslim no. 2654)

Dalam penjelasan Syaikh Al-‘Utsaimin, makna “taat” dalam doa ini sangat luas, yaitu agar hati kita selalu berpindah dari satu bentuk ketaatan ke bentuk ketaatan lainnya: dari salat ke dzikir, dari zikir ke sedekah, dari sedekah ke puasa, dan seterusnya.

Semoga Allah SWT senantiasa memberi kita kekuatan untuk istiqamah dalam ketaatan kepada-Nya, hingga akhir hayat. Aamiin. (*)

Tinggalkan Balasan

Search