Tidur Awal Waktu: Jejak Sunnah dalam Membangun Anak Indonesia Hebat

Tidur Awal Waktu: Jejak Sunnah dalam Membangun Anak Indonesia Hebat
www.majelistabligh.id -

*)Oleh : Ahmad Afwan Yazid, M.Pd
Guru PAI dan Wakil Kepala SD Muhammadiyah 4 Kota Malang, Praktisi Pendidikan dan Parenting Keluarga

Tidur yang cukup dan tepat waktu adalah salah satu kunci utama dalam membentuk anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter, sebagaimana tercermin dalam Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Salah satu kebiasaan penting yang sering terlupakan adalah tidur awal waktu.

Kebiasaan ini tidak hanya memberikan manfaat kesehatan yang optimal, tapi juga merupakan jejak sunnah Nabi Muhammad SAW yang penuh hikmah bagi pembentukan karakter dan jiwa anak.

Menurut berbagai penelitian, tidur tepat waktu dan cukup lama sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Anak yang tidur lebih awal cenderung memiliki sistem imun lebih kuat, hormon pertumbuhan bekerja maksimal, dan kemampuan belajar yang lebih tinggi. Misalnya, anak usia prasekolah yang membiasakan tidur sebelum pukul 8 malam memiliki risiko lebih rendah terhadap obesitas masa remaja. Lebih jauh lagi, kualitas tidur yang baik membantu anak menjadi lebih bahagia, stabil secara emosional, dan mampu mengelola perasaan dengan baik.

Dari sisi kultural dan spiritual, tidur awal malam sesuai sunnah Nabi. Hadis shahih meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW biasa tidur di awal malam dan bangun di akhir malam untuk beribadah.

وَعَنْهَا : أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ –كَانَ يَنَامُ أَوَّلَ اللَّيْلِ، وَيَقُومُ آخِرَهُ فَيُصَلِّي
“Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidur pada awal malam dan bangun pada akhir malam, lalu salat.”

Hadis yang disampaikan oleh ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidur pada awal malam dan bangun pada akhir malam lalu salat, menunjukkan pola tidur Nabi yang sangat teratur dan penuh hikmah. Tidur pada awal malam berarti beliau beristirahat setelah salat Isya, sekitar pukul 19.45–20.00 malam, agar memiliki tenaga yang cukup untuk bangun di sepertiga malam terakhir, waktu yang istimewa untuk beribadah salat tahajud.

Pola ini sangat dianjurkan karena akhir malam adalah waktu yang paling afdal untuk berdoa dan beribadah, seperti ditegaskan bahwa salat pada akhir malam lebih utama dan doa mudah dikabulkan. Selain manfaat spiritual, kebiasaan tidur awal dan bangun akhir malam juga selaras dengan kebutuhan biologis manusia, di mana tidur cukup pada awal malam membantu regenerasi tubuh dan otak.

Hadis tersebut mengajarkan kita untuk mengatur waktu tidur dengan baik, memanfaatkan malam untuk istirahat, dan memuliakan sepertiga malam terakhir dengan ibadah. Ini merupakan sunnah Nabi sebagai teladan hidup yang mengajarkan keseimbangan antara kebutuhan jasmani dan rohani.

Selain itu, dijelaskan pula dalam Al-Qur’an,
وَّجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًاۙ
“Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat” (QS. An-Naba’: 9)

Ayat tersebut menegaskan bahwa tidur adalah suatu sunnah alamiah yang dianugerahkan Allah untuk memulihkan tenaga tubuh dan menenangkan jiwa. Dengan tidur yang cukup dan terutama tidur awal, tubuh mendapatkan waktu istirahat yang optimal sehingga saat bangun pagi anak menjadi segar dan siap melakukan aktivitas seperti beribadah, berolahraga, dan menjalani hari dengan penuh energi dan semangat. Jadi, tidur bukan hanya kebutuhan fisik, tapi juga bagian penting dari keseimbangan hidup yang mendukung kesehatan dan produktivitas sehari-hari.

Dalam Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, tidur cepat menjadi fondasi bagi kebiasaan lain: bangun pagi yang disiplin, beribadah, makan bergizi, olahraga, gemar belajar, dan bermasyarakat. Pola tidur teratur dan cukup memperkuat fokus anak, membantu memori otak, dan meningkatkan daya konsentrasi di kelas, sehingga prestasi akademik meningkat. Selain itu, anak yang tidur tepat waktu cenderung memiliki koordinasi fisik lebih baik dan kesehatan jantung yang terjaga.

Mengajarkan tidur awal malam kepada anak bukan sekadar mengatur jadwal, tapi juga membangun karakter disiplin dan tanggung jawab sejak dini. Rutinitas tidur yang konsisten akan memperkuat ikatan keluarga melalui kegiatan sebelum tidur seperti membacakan cerita atau doa bersama, serta mengurangi paparan gadget yang dapat mengganggu produksi hormon melatonin penting untuk tidur nyenyak.

Oleh karena itu, orang tua dan pendidik perlu menyadari pentingnya kebiasaan tidur awal dalam membentuk anak yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia sehingga anak Indonesia hebat siap menyongsong masa depan. Menanamkan jejak sunnah tidur awal malam adalah investasi utama dalam kualitas generasi bangsa yang tidak hanya cemerlang secara akademis, tetapi juga kuat secara fisik dan spiritual.

Melalui tidur awal sebagai gaya hidup, anak-anak Indonesia akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih sehat, produktif, dan tahan menghadapi berbagai tantangan kehidupan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045. (*)

Tinggalkan Balasan

Search