Tim mahasiswa Program Studi Teknologi Laboratorium Medis Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) berhasil keluar sebagai juara kategori Poster Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE), dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Tingkat Nasional (Pimtanas).
Tim yang terdiri atas Lili Furqonati, Nur Khikmah, dan Akhmad Hafiz Rifqianto ini, melalui proses panjang untuk mengikuti Pimtanas hingga menjadi juara. Bahkan mereka harus melakukan riset lanjutan di kampus luar Umsida.
PKM-RE sendiri digelar bertujuan untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi mahasiswa melalui pendekatan riset ilmiah. PKM-RE diselaraskan dengan program Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) untuk mendukung proses pembelajaran yang fleksibel dan sesuai kebutuhan mahasiswa.
Sedangkan Pimtanas menjadi wadah presentasi hasil akhir Program Kreativitas Mahasiswa, khususnya bagi tim yang belum berkesempatan lolos ke Pimnas. “Pimtanas ini ditujukan untuk menampilkan hasil akhir PKM, khususnya yang belum lolos PIMNAS. Jadi tetap ada ruang untuk menunjukkan riset yang sudah kami kerjakan,” kata Lili Furqonati, ketua tim.
Ia menambahkan, proses penelitian tim telah dimulai sejak Juli 2025, setelah dinyatakan lolos pendanaan PKM-RE. Beberapa persiapan tersebut meliputi kelengkapan laboratorium, pengadaan bahan, isolasi kitosan, pembuatan nanoemulgel, hingga tahap pengujian pada hewan coba. “Sejak pengumuman lolos pendanaan di bulan Juli, kami langsung fokus ke penelitian dari hulu ke hilir,” jelas Lili.
Namun, tantangan muncul karena keterbatasan fasilitas laboratorium. Beberapa alat yang tidak tersedia di Umsida mengharuskan tim melakukan riset lanjutan di Universitas Hang Tuah dan Universitas Airlangga.
Menjelang Pimtanas, waktu persiapan lomba terbilang singkat. Tim ini hanya memiliki waktu sekitar satu minggu untuk menyempurnakan poster dan presentasi. Dalam pelaksanaan lomba, penilaian dilakukan melalui presentasi dan poster. “Sayangnya saat presentasi ada gangguan jaringan, jadi tidak berjalan sepenuhnya lancar,” ungkapnya.
Walaupun begitu, mereka bisa menjelaskan presentasi tersebut dengan lancar. Di balik capaian tersebut, dukungan dosen pembimbing dan institusi menjadi faktor penting. “Dosen pembimbing sangat mendukung selama penelitian, dan Umsida juga membantu dari sisi pendanaan untuk kebutuhan laboratorium,” tutur Lili.
Keberhasilan meraih juara nasional menjadi pengalaman berharga bagi tim. Lili menyampaikan pesan inspiratif bagi mahasiswa Umsida lainnya agar tidak ragu mengambil peluang. “Ambil setiap kesempatan yang ada. Gunakan privilege sebagai mahasiswa sebaik mungkin. Lebih baik menyesal karena mencoba daripada menyesal karena tidak mencoba,” tutupnya. (*/tim)
