Tiga Veteran Ngajar di SD Musix, Tanamkan Semangat Nasionalisme Sejak Dini

www.majelistabligh.id -

Suasana berbeda tampak di aula SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung Surabaya, Rabu pagi (14/5/2025). Sejak pukul 07.30 WIB, para siswa kelas 4 dan 5 tampak antusias menyambut kehadiran tiga sosok istimewa: para veteran pejuang bangsa.

Mereka, Abbas Hasan, Muljadi, dan Sutardi. Ketiganya hadir bukan sekadar untuk memberi ceramah, tetapi mengajar langsung di hadapan para siswa dalam program bertajuk Veteran Mengajar.

Kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai kebangsaan, seperti disiplin, cinta tanah air, dan kerja keras, secara langsung melalui pengalaman hidup para pelaku sejarah. Bagi sekolah, ini merupakan bagian dari pendidikan karakter yang tak tergantikan oleh buku pelajaran semata.

“Kami ingin siswa merasakan pengalaman belajar yang berbeda, tidak hanya melalui teori di dalam kelas, tetapi juga dari kisah nyata para pejuang,” ungkap Ustadzah Anisa Herwati, S.Pd.I., Kepala Urusan Kurikulum SD Musix Gadung.

“Dengan mendengarkan langsung kisah perjuangan para veteran, kami berharap anak-anak lebih memahami arti kemerdekaan dan tumbuh rasa nasionalisme sejak dini,” imbuh dia.

Selama kurang lebih satu setengah jam, para veteran berbagi cerita perjuangan mereka di masa lalu, mulai dari masa penjajahan hingga peran mereka dalam menjaga keutuhan NKRI.

Suasana di aula begitu hening ketika para siswa mendengarkan kisah penuh keberanian dan pengorbanan yang disampaikan dengan penuh semangat, meskipun usia para veteran sudah lanjut.

Salah seoarang siswa, Aufla Rain Ananta Diev, terlihat sangat antusias. Siswa kelas 4-ICP yang baru saja meraih Medali Perunggu dalam Olimpiade Matematika Nasional (OMNAS) 14 tingkat Jawa Timur itu menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan.

“Saya senang sekali. Ternyata perjuangan para pahlawan itu luar biasa. Saya ingin belajar lebih rajin supaya bisa ikut berkontribusi seperti mereka, walaupun dengan cara yang berbeda,” ujarnya penuh semangat.

Ungkapan serupa juga disampaikan oleh Annafis Dzaky Avanda, siswa kelas 5 yang merupakan juara 3 Kejuaraan Nasional Tembak Reaksi AA-IPSC 2025. Dia mengaku bangga bisa belajar langsung dari para pejuang bangsa.

“Dari cerita mereka, saya belajar bahwa menjadi pemimpin itu harus berani, disiplin, dan mencintai negara. Semoga kelak saya bisa menjadi pemimpin yang baik untuk Indonesia,” tutur Dzaky.

Para guru pun menyambut positif kegiatan ini. Mereka menilai, pembelajaran seperti ini sangat efektif dalam membentuk karakter siswa.

Apalagi di tengah derasnya arus digital dan globalisasi, nilai-nilai dasar seperti nasionalisme dan semangat juang perlu ditanamkan secara konkret melalui figur-figur nyata yang bisa menjadi teladan.

Di akhir acara, para siswa secara spontan memberikan salam hormat dan berfoto bersama para veteran. Momen itu menjadi penutup yang manis dan menyentuh dari sebuah kegiatan yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan nilai kehidupan.

Melalui program ini, SD Muhammadiyah 6 Gadung berharap siswa tak hanya tumbuh menjadi pribadi cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan kepedulian terhadap bangsa. Karena seperti yang disampaikan oleh salah satu veteran,

“Cinta tanah air tidak hanya ditunjukkan saat perang, tetapi juga dalam semangat belajar dan bekerja keras untuk masa depan bangsa.” (puspitawati/tim)

Tinggalkan Balasan

Search