Tim Abdimas Umsida Dampingi Ibadah Warga Aisyiyah Ketegan Sesuai Tarjih

www.majelistabligh.id -

Tim Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar kegiatan bertajuk “Pendampingan Praktik Ibadah Shalat dan Bacaannya Berdasarkan Putusan Tarjih”. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menguatkan pemahaman dan praktik ibadah shalat sesuai dengan putusan Tarjih Muhammadiyah.

Pendampingan tersebut berlangsung di Gedung TPQ Putra Ketegan, Kecamatan Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (24/1/2026). Meski hanya berlangsung satu hari, kegiatan ini berjalan semarak, khidmat, dan penuh antusiasme peserta.

Latarbelakang adanya program ini ialah fenomena di masyarakat yang menunjukkan masih adanya warga Muhammadiyah yang praktik ibadahnya belum sepenuhnya selaras dengan putusan Tarjih. Melalui pendampingan langsung, Tim Abdimas Umsida berupaya menghadirkan pemahaman yang aplikatif dan mudah mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Takmir Masjid Burhanuddin Ketegan Sepanjang -pak Anwar- dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengungkapkan rasa syukurnya atas kontribusi Tim Abdimas RisetMu Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam mendampingi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih dan mendukung penuh kegiatan pendampingan praktik ibadah shalat ini. Kehadiran Tim Abdimas RisetMu PP Muhammadiyah benar-benar memberikan manfaat bagi warga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah Ketegan -Luk Luk Ul Fikriyah- berharap kegiatan serupa dapat berlanjut secara periodik. Menurutnya, program pengabdian masyarakat memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan amal usaha Muhammadiyah, khususnya di bidang pendidikan.

“Kami berharap program-program seperti ini terus berlanjut. Jangan sungkan untuk kembali mengadakan kegiatan yang bisa menggairahkan semangat mengelola dan memakmurkan amal usaha Muhammadiyah di Ketegan,” pintanya.

Urgensi Pendampingan

Meski materi pendampingan praktik ibadah shalat bukan hal baru bagi sebagian peserta, faktanya banyak yang merasa sangat membutuhkan kegiatan semacam ini. Ungkapan “sudah lama ber-Muhammadiyah, tetapi belum memahami amaliyah ibadah sesuai Tarjih” menjadi refleksi yang nyata dalam kegiatan tersebut.

Ketua Tim Abdimas RisetMu, Ainun Nadlif, S.Ag., M.Pd., selaku pemateri pembuka, mengingatkan pentingnya memaknai ke-Muhammadiyahan secara substantif. Menurutnya, warga Muhammadiyah tidak cukup hanya rajin mengikuti pengajian, tetapi juga harus menghidupkan nilai-nilai Muhammadiyah dalam praktik ibadah dan kehidupan sosial agar benar-benar menjadi rahmat, berkah, dan pencerah.

“Sudah saatnya warga Muhammadiyah tidak hanya rajin mengikuti pengajian. Yang lebih penting adalah mempraktikkan amaliyah ibadah sesuai Tarjih agar ber-Muhammadiyah benar-benar menjadi rahmat, berkah, dan mencerahkan,” tegasnya.

Menurut Ainun, pendampingan praktik ibadah sangat perlu agar pemahaman keagamaan tidak berhenti pada tataran teori, tetapi benar-benar membumi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu Aisyiyah dari tingkat PRA dan PCA Sepanjang, serta masyarakat umum di Kecamatan Sepanjang. Kehadiran peserta yang membludak membuat ruang kegiatan penuh dan semakin meriah.

Sebagai narasumber utama, Ustaz Dr. Supriyadi, M.Pd.I. menekankan bahwa keberhasilan dalam menjalankan ibadah shalat tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga pada kesiapan batin dan spiritual seseorang.

“Pendampingan praktik ibadah shalat akan berhasil jika ada semangat, cinta kepada Islam, dan kerinduan pada kedalaman spiritual. Dengan semangat, seseorang tidak mudah menyerah dan akan merasa senang dalam beribadah,” jelasnya.

Ia menambahkan, kecintaan yang mendalam terhadap ajaran Islam akan menghadirkan esensi dan ruh dalam setiap gerakan dan bacaan shalat.

“Semakin seseorang mencintai Islam, maka ia akan menemukan ruh dalam ibadahnya. Di situlah esensi ajaran Islam benar-benar dirasakan,” pungkasnya. (tim/*)

Tinggalkan Balasan

Search