Upaya pemerintah untuk mendorong Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam ekosistem haji menunjukkan hasil yang signifikan. Konjen RI Jeddah, Yusron B. Ambary, mengungkapkan bahwa produk-produk Indonesia berhasil menembus pasar haji Arab Saudi secara lebih luas pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Dalam wawancara eksklusif di Kantor Konsulat Jenderal RI Jeddah, Rabu (28/5/2025), Yusron menegaskan bahwa strategi kolaboratif antara pemerintah, importir lokal, dan BPKH Limited menjadi kunci utama peningkatan ini.
“Tahun ini, bumbu dapur hampir 100 persen sudah pakai produk Indonesia. Produk tuna juga sudah lebih banyak masuk. BPKH Limited menjadi semacam jalan tol distribusi produk kita,” ujarnya.
Yusron menyampaikan bahwa pada tahun 2024, pengiriman produk Indonesia ke Arab Saudi sempat terkendala. Terdapat 10 kontainer ikan tuna dan 1 kontainer bumbu masak yang gagal masuk karena tidak memenuhi ketentuan dari Saudi Food and Drug Authority (SFDA) — otoritas pangan yang ketat di Arab Saudi.
“Waktu itu, importir kita rugi karena stok yang tidak terserap. Tapi tahun ini, kami siapkan skemanya dengan lebih matang. Kami berkoordinasi langsung dengan 9 importir besar produk Indonesia yang sudah establish di Saudi,” jelasnya.
Melalui keterlibatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Limited, proses distribusi menjadi lebih efisien. Seluruh pembayaran untuk dapur penyedia konsumsi jemaah haji kini terintegrasi dengan sistem BPKH, yang sekaligus memastikan produk Indonesia terpromosikan sejak awal.
“Kami promosikan produknya langsung ke dapur-dapur. Karena uangnya dari BPKH juga, jadi jalurnya langsung. Ini jauh lebih efektif,” kata Yusron.
Data resmi memang belum tersedia secara rinci, namun Yusron menyebut bahwa nilai kontrak produk bumbu untuk musim haji tahun ini mencapai Rp87 miliar. Selain bumbu, produk tuna, mie instan, santan, dan jamur kemasan dari Indonesia juga telah diterima luas oleh dapur-dapur layanan katering haji di Saudi.
“Kami bahkan turun langsung ke dapur-dapur. Kalau ada yang pakai produk non-Indonesia, kami bantu arahkan ke importir lokal kita yang sudah punya stok dari Indonesia,” tambahnya.
Mengenai target ekspor ke depan, Yusron mengisyaratkan bahwa ekspansi pasar F&B Indonesia tak hanya akan menyasar Arab Saudi, tetapi juga negara-negara sahabat yang menyelenggarakan ibadah haji.
“Kami sedang menjajaki kerja sama pengolahan makanan siap saji. Tahun depan kami ingin suplai ke negara-negara lain juga,” ucapnya.
Terkait wacana pembentukan Kampung Haji di Arab Saudi, Yusron menyatakan belum ada perkembangan baru.
“Masih dalam tahap gagasan. Tapi kalau soal TKDN, arahnya jelas, dan peluangnya besar. Peningkatan dari tahun lalu ke tahun ini sudah terasa signifikan,” pungkasnya. (afifun nidlom)
