Rumah Sakit Aisyiyah (RSA) Bojonegoro kembali meneguhkan komitmennya dalam memberikan layanan kesehatan terbaik dengan melantik dr. Tomy Oeky Prasiska, MARS sebagai direktur untuk periode 2025–2029.
Pelantikan ini merupakan kali kedua bagi dr. Tomy setelah sebelumnya memimpin RSA Bojonegoro pada periode 2021–2025. Acara pelantikan berlangsung khidmat pada Rabu (28/5/2025), bertempat di Gedung Ji’rona lantai 4, kompleks RSA Bojonegoro.
Pelantikan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Muhammadiyah Jawa Timur, antara lain Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim Ir. Tamhid Masyhudi, Ketua Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jatim Dr. Mundakir, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro, serta Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Bojonegoro.
Kehadiran para tokoh tersebut menandakan pentingnya posisi strategis RSA Bojonegoro sebagai salah satu institusi kesehatan unggulan milik Muhammadiyah di Jatim.

Pelantikan yang digelar di lantai empat Gedung Ji’rona memiliki nuansa tersendiri. Gedung tersebut merupakan bagian dari proyek pengembangan fasilitas rumah sakit yang rencananya akan terdiri atas delapan lantai.
Saat ini, progres pembangunan baru mencapai sekitar 72 persen. Akibatnya, para tamu yang hadir dalam pelantikan harus menggunakan lift barang yang biasanya dipakai untuk mengangkut material bangunan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi kekhidmatan acara. Bahkan, menjadi simbol nyata dari proses pembangunan dan transformasi yang tengah berlangsung di RSA Bojonegoro di bawah kepemimpinan dr. Tomy.
Dalam sambutannya, dr. Tomy Oeky Prasiska menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru ditargetkan selesai pada bulan Juli tahun ini.
Gedung tersebut akan difungsikan sebagai ruang rawat inap dengan fasilitas yang disesuaikan dengan standar BPJS Kesehatan, yaitu KRIS (Kamar Rawat Inap Standar).
“Gedung baru ini akan digunakan untuk layanan rawat inap dengan ruangan yang sudah disesuaikan dengan standar BPJS, yaitu KRIS (Kamar Rawat Inap Standar) yang modern dan berbasis digital,” jelas Tomy.
Penerapan layanan yang ramah terhadap pasien, sederhana dalam prosedur, dan aman secara sistem menjadi prioritas rumah sakit dalam membangun kepercayaan publik.
Selain menjabat sebagai Direktur RSA Bojonegoro, dr. Tomy juga dipercaya sebagai Sekretaris MPKU PWM Jatim. Posisi strategis ini menunjukkan dedikasi dan kiprah aktif Tomy dalam mengembangkan sistem layanan kesehatan di lingkungan Muhammadiyah, baik di tingkat daerah maupun wilayah.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua MPKU PWM Jatim Dr. Mundakir menyampaikan tiga karakteristik penting dalam kepemimpinan Muhammadiyah yang harus dipegang teguh oleh setiap pemimpin, termasuk di sektor kesehatan:
Pertama, budaya kolektif kolegial, di mana keputusan tidak diambil secara individual, melainkan melalui musyawarah dan pertimbangan kolektif.
“Setiap pimpinan harus menghargai suara bersama dan bekerja dalam semangat kolaborasi,” tegas Mundakir.
Kedua, prinsip meritokrasi. “Pengangkatan pemimpin harus didasarkan pada keahlian, kompetensi profesional, dan spiritualitas, bukan pada faktor kedekatan personal. Hal ini menjamin bahwa setiap amanah diberikan kepada yang benar-benar layak secara kualitas,” ujar Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) itu.
Ketiga, berbasis sistem, bukan pemimpin tunggal. Mundakir mengatakan, Muhammadiyah mengedepankan kepemimpinan yang dibangun di atas sistem organisasi yang rapi dan terukur.
Pemimpin tidak menjadi pusat segalanya, melainkan bagian dari sistem yang terus berjalan dengan atau tanpa individu tertentu.
“Ketiga prinsip ini sangat penting agar proses transisi ke kepemimpinan selanjutnya bisa berlangsung secara mulus dan berkelanjutan,” paparnya.
RSA Bojonegoro dikenal sebagai rumah sakit dengan kinerja produktif. Jumlah karyawan yang melebihi 400 orang menjadi tantangan sekaligus kekuatan yang dimiliki. Untuk itu, RSA terus mengembangkan budaya kerja yang positif dan inklusif.
Tiga nilai utama yang menjadi ruh dan spirit kerja di RSA adalah ramah, sederhana dalam layanan, dan aman dalam sistem serta prosedur. Nilai-nilai ini ditanamkan kepada seluruh karyawan sebagai bagian dari integritas pelayanan kesehatan berbasis nilai-nilai Islam berkemajuan.
Pelantikan kembali dr. Tomy Oeky Prasiska menandai langkah baru RSA Bojonegoro dalam memperkuat posisinya sebagai rumah sakit unggulan.
Dengan visi yang modern, dukungan sistem yang kuat, serta komitmen terhadap nilai-nilai ke-Muhammadiyahan, RSA Bojonegoro diharapkan akan semakin mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dengan standar yang tinggi dan kualitas yang terjaga. (wh)
