Dalam upaya memperkuat kualitas kepemimpinan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (TOT) untuk persiapan Pendidikan Kepemimpinan Khusus Pimpinan (Diksuspim).
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 8–9 Mei 2025, bertempat di Hotel Gracia, Semarang, dan diikuti oleh 23 fasilitator terpilih dari berbagai wilayah.
TOT ini menjadi bagian dari rangkaian serius dan terstruktur dalam pelaksanaan program Diksuspim yang akan digelar di delapan region di seluruh Indonesia. TOT juga persiapan pelatihan; Dep Learning, Program Bilingual, Coding Class.
Diksuspim sendiri dirancang sebagai program kaderisasi dan peningkatan kapasitas kepemimpinan di lingkungan Majelis Dikdasmen PNF, terutama di tingkat wilayah dan daerah.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Penjamin Mutu Pendidikan Muhammadiyah Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Fahri, M.Ag, menekankan pentingnya TOT sebagai pondasi kesuksesan program Diksuspim.
Dia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Kerja (Raker) Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah yang sebelumnya dilaksanakan di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Yogyakarta.
“Hari ini kita mengundang 23 fasilitator untuk TOT persiapan Diksuspim sesuai dengan rencana awal setelah Raker di Yogyakarta. TOT ini akan membahas banyak hal penting seperti teknis pelaksanaan Diksuspim, kesiapan fasilitator, pengecekan materi dari PP, penyamaan persepsi, hingga sesi presentasi dan tanggapan dari para peserta,” ujar Fahri.
Fahri juga menegaskan pentingnya kedisiplinan dan kesiapan para fasilitator.

“Kegiatan TOT harus dimulai tepat waktu. Kita tidak boleh molor jika ingin melakukan perubahan besar. Para fasilitator harus hadir lebih awal dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai, agar memahami arah, visi, dan tujuan dari Diksuspim secara utuh. Dengan begitu, mereka akan siap menjawab berbagai pertanyaan dari peserta saat Diksuspim berlangsung,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Alpha Amirrachman, Ph.D, yang hadir dan memberikan pengarahan dalam kegiatan tersebut, mengungkapkan apresiasinya atas kesungguhan pelaksanaan Diksuspim.
Semula, dia mengira Diksuspim hanya sekadar wacana atau candaan dalam perbincangan, namun kini melihat bahwa program ini benar-benar dijalankan secara serius dan profesional.
“Saya kira Diksuspim ini hanya guyonan. Tapi ternyata dilaksanakan dengan sangat serius. Ini luar biasa. Materi yang disusun juga sangat menarik dan mampu menggugah semangat para pimpinan Majelis Dikdasmen PNF, baik di tingkat wilayah maupun daerah, untuk terus memajukan pendidikan Muhammadiyah,” tutur Alpa.
Dia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap para kepala sekolah Muhammadiyah. Menurutnya, para kepala sekolah membutuhkan pendampingan dan sentuhan khusus dari para pimpinan majelis, baik di tingkat pusat, wilayah, maupun daerah.
“Kepala sekolah Muhammadiyah itu perlu dirawat dengan pendekatan khusus, termasuk melalui program penguatan seperti Diksuspim ini,” imbuhnya.
Selain membahas secara menyeluruh teknis pelaksanaan Diksuspim, kegiatan TOT ini juga membahas agenda strategis lain yaitu pelatihan Kurikulum Deep Learning yang direncanakan akan digelar di 34 region.

Pelatihan ini menjadi salah satu langkah inovatif Majelis Dikdasmen PNF dalam merespons dinamika pendidikan dan kebutuhan pembelajaran abad 21.
TOT ini tidak hanya menjadi forum teknis, tetapi juga menjadi wadah refleksi dan konsolidasi gagasan dalam pengembangan kepemimpinan pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.
Dengan persiapan yang matang melalui TOT ini, diharapkan para fasilitator mampu menjadi motor penggerak dan agen perubahan dalam pelaksanaan Diksuspim dan pelatihan kurikulum ke depan.
Pelaksanaan Diksuspim dan pelatihan Kurikulum Deep Learning merupakan bagian dari ikhtiar Muhammadiyah untuk terus menghadirkan pendidikan yang unggul, berkemajuan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah memiliki komitmen kuat dalam membangun sistem pendidikan yang kokoh, berdaya saing, dan adaptif terhadap perubahan zaman. (msf/wh)
