TOT Fasilitator Nasional Pembelajaran Dimulai, Muhammadiyah Siapkan SDM Unggul Hadapi Era Digital

www.majelistabligh.id -

Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara resmi membuka kegiatan Training of Trainers (TOT) Fasilitator Nasional Pembelajaran.

Kegiatan ini digelar di Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur di Jl. Raya Arhanud, Sekar Putih, Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, pada Rabu-Ahad (23-27/2025).

Diikuti oleh 82 peserta dari berbagai unsur, termasuk perwakilan Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, PWM, fasilitator Diksuspala dan Diksuspim, serta 40 persen di antaranya adalah guru-guru dari berbagai sekolah Muhammadiyah.

Program TOT ini bertujuan untuk menyiapkan para fasilitator nasional dalam bidang pembelajaran Deep Learning, Coding, Artificial Intelligence (AI), dan pendidikan karakter.

Sebanyak 25 fasilitator tingkat nasional yang telah mendapatkan pelatihan internasional di Australia akan menjadi motor penggerak pelatihan ini, yang ditargetkan selesai pada bulan September dan mencakup 39 region se-Indonesia.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Dr. Poncojari Wahyono, M.Kes., mengatakan, pendidikan gratis seharusnya tidak menjadi alasan bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah untuk kalah bersaing.

“Justru sebaliknya, pendidikan gratis harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sekolah Muhammadiyah di tengah masyarakat,” katanya.

Dia lalu menuturkan, Muhammadiyah harus membuktikan bahwa pendidikan berkualitas bisa diakses oleh semua kalangan tanpa terkendala biaya.

“Inilah tantangan dan peluang yang harus dijawab dengan pembelajaran mendalam dan pendidikan karakter yang terintegrasi,” tegas Ponco.

Dia juga menegaskan, pembelajaran mendalam (deep learning) memberikan banyak keuntungan bagi peserta didik karena menjadikan proses belajar lebih bermakna, serta melatih kemampuan berpikir kritis secara berkesinambungan.

Oleh karena itu, kata dia, penguatan karakter harus dilakukan bersamaan dengan penguasaan teknologi digital, seperti coding dan AI.

“Anak didik kita tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi harus memiliki karakter kuat agar ilmu yang mereka miliki dapat terarah dan bermanfaat bagi umat dan bangsa,” ungkapnya.

Ponco juga menyampaikan bahwa program Diksuspala dan Diksuspim telah memberikan dampak positif yang nyata dalam perkembangan sekolah Muhammadiyah, baik dari sisi tata kelola maupun peningkatan mutu sumber daya manusia.

TOT Fasilitator Nasional Pembelajaran Dimulai, Muhammadiyah Siapkan SDM Unggul Hadapi Era Digital
Direktur Penjamin Mutu Pendidikan Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Fahri, MM. foto: msf/majelistabligh.id

Direktur Penjamin Mutu Pendidikan Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah, Fahri, MM, menyatakan bahwa TOT ini merupakan bagian dari strategi penguatan ekosistem pendidikan Muhammadiyah.

“Kita sudah melatih kepala sekolah melalui Diksuspala, melatih majelisnya melalui Diksuspim, dan kini giliran guru-guru yang dibekali agar ekosistem pembelajaran unggul semakin solid,” ujar Fahri.

Dia lalu menjelaskan, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah-sekolah Muhammadiyah melalui penguasaan teknologi digital dan karakter Islami.

Dengan pendekatan ini, diharapkan sekolah-sekolah Muhammadiyah dapat menarik lebih banyak peserta didik dan menghasilkan lulusan yang kompeten sekaligus berakhlak mulia.

Struktur Materi dan Penilaian

Fahri juga menjelaskan, materi yang disiapkan dalam TOT ini meliputi: Deep Learning, Coding dan AI, Pendidikan Karakter

Penilaian peserta dilakukan secara menyeluruh, dengan komposisi: sikap (20 persen), pengetahuan (20 persen), dan keterampilan (60 persen).

“Penekanan utama pada aspek keterampilan mencerminkan komitmen Muhammadiyah untuk menghasilkan fasilitator yang mampu mempraktikkan secara langsung pendekatan pembelajaran yang inovatif,” papar Fahri.

Menurut dia, sebagai organisasi yang telah lama berkiprah di bidang pendidikan, Muhammadiyah terus berinovasi dalam menjawab tantangan zaman.

Beberapa kebijakan strategis yang dicanangkan oleh Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah dalam rangka pengembangan pendidikan unggul antara lain, Penyiapan SDM Unggul, Integrasi Kurikulum, Penguatan Sekolah Unggul, Jaminan Mutu dan Pendidikan Holistik Integratif, Pembinaan Karakter melalui Baitul Arqom dan program lainnya.

“Juga ada Dana Ta’awun dan Kolaborasi Lembaga, Pengembangan Edupreneurship dan Growth Mindset, dan Clinical Supervision dan Pendampingan Berkelanjutan,” terang dia.

Dengan langkah-langkah ini, Muhammadiyah membuktikan keseriusannya dalam mewujudkan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga relevan dan berkarakter, demi kemajuan umat dan bangsa Indonesia. (msf/wh)

Tinggalkan Balasan

Search