Sabtu (24/5/2025) menjadi momen penting bagi Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammadiyah Lumajang. Ini menyusuldilantiknya kembali dr. Triworo Setyowati sebagai direktur untuk periode 2025–2029.
Pelantikan ini dilangsungkan secara khidmat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lumajang, Jalan Brantas No. 36, Jogoyudan, Kabupaten Lumajang.
Pelantikan dilakukan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dan dihadiri berbagai unsur pimpinan persyarikatan serta jajaran struktural rumah sakit.
Hadir mewakili Ketua PWM Jawa Timur adalah Wakil Ketua PWM Jatim Ir. Tamhid Masyhudi. Dari Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Jatim turut hadir dr. Sholihul Absor, M.Kes (Wakil Ketua) dan Rudi Utomo, M.Kes (Wakil Sekretaris).
Acara dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan PWM Jawa Timur tentang pengangkatan kembali dr. Triworo Setyowati sebagai Direktur RSU Muhammadiyah Lumajang untuk masa jabatan 2025–2029 oleh Rudi Utomo, M.Kes. Selanjutnya, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan oleh dr. Sholihul Absor, M.Kes.
Acara pelantikan berlangsung dengan tertib dan penuh makna, disaksikan oleh jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Lumajang, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Lumajang, Ortom, serta seluruh jajaran struktural RSU Muhammadiyah Lumajang.
Dalam sambutannya, dr. Triworo Setyowati mengucapkan terima kasih kepada PWM Jatim, MPKU PWM Jatim, dan PDM Lumajang atas amanah yang kembali diberikan kepadanya.
“Kami tahu bahwa sungguh amanah ini sangat berat, tapi insyaAllah dengan kerja sama dengan semua pihak, saling mendukung, kami siap bersinergi dan berkolaborasi. Semoga kita bersama bisa membawa RSU Muhammadiyah Lumajang lebih baik dan lebih kontributif untuk dakwah persyarikatan Muhammadiyah,” ujar Triworo.
Ketua PDM Lumajang, dr. Halimi Maksum, MMR menyampaikan perjalanan panjang dan penuh perjuangan dalam pendirian RS Muhammadiyah Lumajang. Menurutnya, RS ini telah dirintis sejak tahun 2010 dan resmi berdiri pada tahun 2020.
“Dulu saya sempat ditunjuk menjadi direktur, namun karena saya PNS dan ada pertimbangan lain, maka ditunjuklah dr. Buntaran. Beliau mengajukan dua syarat, yakni siap menjadi direktur dalam waktu singkat dan wakilnya harus dr. Triworo. Itu disetujui oleh PDM dan atas kemurahan hati PWM Jatim langsung diterbitkan SK-nya karena ini rumah sakit rintisan Muhammadiyah,” jelas Halimi.
Dia juga mengenang jasa almarhum dr. Buntaran yang wafat pada 2021 karena COVID-19 dan semasa hidupnya tidak pernah mengambil gaji sebagai direktur rumah sakit.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada dr. Tri yang kembali bersedia memimpin RS Muhammadiyah Lumajang, meski dengan keterbatasan logistik dan dinamika yang ada, alhamdulillah kita tetap survive,” tambahnya.
Halimi juga melaporkan bahwa saat ini selain RSU Muhammadiyah Lumajang, PDM juga mengelola dua klinik: Klinik Rawat Jalan Muhammadiyah di Jl. Sudja’i No. 17 Jogotrunan dan Klinik Rawat Jalan Muhammadiyah di Jl. Krajan No. 200, Jombang, Yosowilangun.
Sementara Tamhid Masyhudi menyitir Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 97 dan menekankan bahwa keberadaan RS Muhammadiyah Lumajang adalah berkah dari perjuangan luar biasa PDM Lumajang.
Dia mengungkapkan bahwa rumah sakit ini dahulu didirikan dengan dana pinjaman pribadi dan institusional.
“Setelah diberi ujian dengan pandemi COVID-19, Allah kemudian memberikan keberkahan dengan lunasnya utang-utang rumah sakit. Maka dari itu, rumah sakit ini harus terus dikembangkan secara profesional, akuntabel, dan bersinergi dengan berbagai pihak,” pesan Tamhid.
Dia juga mengingatkan agar pengelolaan RS Muhammadiyah merujuk pada lima landasan Risalah Islam Berkemajuan, hasil Muktamar Muhammadiyah di Solo, yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah, Ijtihad dan Tajdid, Wasathiyah, dan Rahmatan lil ‘Alamin
“Ijtihad dan tajdid artinya terus melakukan inovasi dan merespons perubahan. Sedangkan rahmatan lil ‘alamin artinya rumah sakit ini harus siap melayani siapa pun tanpa membedakan suku, agama, atau latar belakang,” tegasnya.
Usai acara seremonial, rombongan PWM dan MPKU PWM Jatim mengunjungi RSU Muhammadiyah Lumajang yang berlokasi di Jl. Letkol Slamet Wardoyo No. 103, Lumajang.
Saat meninjau fasilitas rawat jalan dan rawat inap, Sholihul Absor yang didampingi Rudi Utomo, dr. Halimi, dr. Triworo, dan Bu Eny, menyampaikan bahwa rumah sakit perlu terus memperhatikan rating dan ulasan pasien di Google Bisnis.
“Itu penting sebagai alat ukur layanan dan menjadi bahan evaluasi. RS Muhammadiyah harus dikelola profesional, tidak perlu bersaing pada harga atau fasilitas, tetapi perkuat kompetensi SDM dalam memberikan layanan yang ramah,” katanya. (*/wh)
