Ujian yang Sedikit, Nikmat yang Tak Terhingga

*) Oleh : Dr. Ajang Kusmana
www.majelistabligh.id -

Allah mengatakan bahwa hal yang diuji kepada manusia hanya sedikit, dengan sedikit ujian tersebut Allah hanya ingin memberikan kabar gembira setelah manusia bisa melewati ujian tersebut.

‎وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS Al Baqarah 155)

Sebaliknya, nikmat Allah itu sangat banyak dan tak terdefenisikan sebagaimana firmannya

‎وَإِن تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An Nahl 18)

Jangan pernah kita mendustakan nikmat-nikmat yang datangnya dari sisi Allah

‎فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

“Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”

(QS Arrahman 13, 16, 18, 21, 23, 25, 28, 30, 32, 34, 36, 38, 40, 42, 45, 47, 49, 51, 53, 55, 57, 59, 61, 63, 65, 67, 69, 71, 73, 75, 77)

Nikmat Allah SWT yang sangat banyak ini, bahkan mustahil bagi kita untuk bisa menghitung setiap nikmat yang diberikan Allah SWT kepada kita. Hal ini tertuang dalam Surah An-Nahl ayat 18:

وَاِنۡ تَعُدُّوۡا نِعۡمَةَ اللّٰهِ لَا تُحۡصُوۡهَاؕ اِنَّ اللّٰهَ لَـغَفُوۡرٌ رَّحِيۡم

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Allah SWT selalu melimpahkan nikmat-Nya setiap detik, setiap menit, setiap jam, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, setiap tahun & setiap saat selama kita masih diberikan hidup di dunia ini.

Mulai dari bangun tidur di pagi hari hingga kita memejamkan mata untuk tidur kembali di malam hari, nikmat Allah selalu dilimpahkan kepada kita.

Oleh sebab itu, kita sebagai manusia yang selalu dibanjiri dan dilimpahi kenikmatan oleh Allah, kita harus senantiasa mensyukuri apapun yang Allah telah berikan.

Ketika dipagi hari kita masih diberikan ijin oleh Allah untuk menghirup udara pagi yang segar, dengan badan yang fit dan penuh semangat untuk menjalani aktivitas kita di hari ini, itu merupakan nikmat yang terkadang dilupakan oleh manusia.

Kondisi kita seperti ini mungkin saja dirindukan oleh orang-orang yang sedang diberikan ujian sakit kepala yang hanya bisa terbaring di tempat tidur.

Ketika kita masih diberikan ijin oleh Allah untuk merasakan nikmatnya rasa makanan, itu juga merupakan nikmat yang harus kita syukuri. Bisa jadi hal ini sangat diinginkan oleh orang yang sedang diberikan ujian sakit sariawan ataupun sakit gigi.

Hal tersebut seperti yang disampaikan dalam Hadist Riwayat Muslim :

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Seorang mukmin itu sungguh menakjubkan, karena setiap perkaranya itu baik. Namun tidak akan terjadi demikian kecuali pada seorang mu’min sejati. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ia tertimpa kesusahan, ia bersabar, dan itu baik baginya.” [HR. Muslim no.7692].

Nikmat yang diberikan oleh Allah tidak hanya dalam bentuk materi saja, tetapi masih diberikan waktu, ketenangan, kebahagiaan, memiliki keluarga yang selalu menemani dan mendukung setiap kegiatan kita serta mempunyai teman-teman dengan lingkungan yang baik juga termasuk dalam nikmat Allah SWT yang patut disyukuri.

Bisa kita bayangkan, betapa tidak nyamannya hari-hari kita tatkala kita sedang merasakan ketidak tenangan atau kebahagiaan.

Tentu hal ini akan membuat kita tidak bersemangat dalam menjalani hari tersebut. Meski demikian, Allah akan selalu memberikan kenikmatan dibalik kesusahan.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الَّلهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى الَّلهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: نِعْمَتَانِ مَغْبُوْنٌ فِيْهِمَا كَشِيْرٌ مِنْ النَّاَسِ الصِّحَّةُ وَاْلفَرَاغ

“Dari Ibnu Abbas, dia berkata : Nabi SAW bersabda : “Dua kenikmatan, kebanyakan manusia tertipu pada keduanya, yaitu kesehatan dan waktu.” [HR Bukhari]. (*)

Tinggalkan Balasan

Search