Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) kembali menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen terhadap kolaborasi lintas negara.
Pada Senin (30/6/2025), UM Surabaya secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Asian Foundation for Education and Development (AFED), sebuah organisasi yang berfokus pada pengembangan pendidikan di kawasan Asia Tenggara.
Penandatanganan yang berlangsung di At-Tauhid Tower UM Surabaya ini menjadi momentum strategis dalam memperluas jangkauan kerja sama internasional, khususnya dengan Kamboja.
Rektor UM Surabaya Dr. Mundakir menyatakan bahwa kesepakatan ini membuka jalan bagi mahasiswa asal Kamboja untuk menempuh pendidikan di UM Surabaya melalui skema partial scholarship atau beasiswa sebagian.
“Skema ini dirancang untuk mendukung generasi muda Kamboja agar dapat mengakses pendidikan tinggi berkualitas di luar negeri, khususnya di Indonesia, tanpa terkendala sepenuhnya oleh faktor ekonomi,” ujarnya.
Tak hanya itu, imbuh Mundakir, ruang lingkup kerja sama juga mencakup program magang internasional.
Mahasiswa UM Surabaya nantinya memiliki kesempatan untuk menjalani program magang di berbagai lembaga dan institusi di Kamboja.
Hal ini akan memberikan pengalaman global yang berharga, sekaligus memperluas wawasan dan jaringan profesional mahasiswa di ranah internasional.
“MoU ini tidak hanya terbatas pada beasiswa dan magang. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk pengembangan kolaborasi di bidang pendidikan, termasuk pertukaran pelajar dan dosen, riset bersama dan publikasi ilmiah, serta program pengabdian masyarakat lintas negara,” terang Mundakir.
Dia menambahkan, kerja sama ini bersifat dinamis dan terbuka terhadap berbagai peluang baru yang dapat disepakati bersama di masa mendatang.
Kepala Lembaga Kerjasama Internasional UM Surabaya Yuanita Wulandari menyambut positif kerja sama ini. Menurutnya, langkah ini adalah bukti nyata dari komitmen UM Surabaya untuk menjadi perguruan tinggi yang inklusif dan berorientasi global.
“Kerja sama ini bukan hanya membuka akses pendidikan bagi mahasiswa dari luar negeri, khususnya Kamboja, tetapi juga memperkuat posisi UM Surabaya dalam kancah pendidikan tinggi internasional. Kolaborasi semacam ini memberikan nilai tambah besar, baik dari segi akademik maupun pengalaman sosial bagi seluruh mahasiswa,” ungkap Yuanita.
Sementara itu, perwakilan AFED, Dr. Raus Mansasry Zahri Yahya, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kemitraan ini.
“Kami berharap kerja sama ini dapat memperluas kesempatan pemuda Kamboja untuk menempuh pendidikan tinggi bermutu di luar negeri, khususnya di negara-negara sahabat seperti Indonesia,” katanya.
Raus juga menyampaikan optimismenya bahwa MoU ini akan membuka jalan bagi berbagai kegiatan kolaboratif lainnya, seperti pelatihan bersama, seminar internasional, hingga program pemberdayaan masyarakat.
“Ke depan, UM Surabaya dan AFED berkomitmen untuk terus menjajaki berbagai inisiatif bersama yang berkelanjutan. MoU ini diharapkan menjadi awal dari kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan dan memberi dampak positif bagi dunia pendidikan, tidak hanya di Indonesia dan Kamboja, tetapi juga di kawasan Asia Tenggara secara lebih luas,” papar dia.
Melalui penandatanganan kerja sama ini, UM Surabaya semakin menunjukkan kapasitasnya sebagai kampus yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif membangun jejaring global demi kebermanfaatan yang lebih luas bagi umat dan kemanusiaan.
Kolaborasi dengan AFED adalah bukti nyata dari komitmen UM Surabaya untuk senantiasa berkembang dan berinovasi dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan zaman. (*/wh)
